Author by Yosef Doublehorn
slogan cinta kerja harmoni
Protected by Copyscape Online Infringement Detector

02 Maret 2013

Bagaimana mengoptimalkan Flash untuk SEO friendly?

Flash dalam timbangan SEO dan kebutuhan "Eye-Chatching"

Teknologi Flash      digunakan untuk menampilkan slide dan film flash pada website dan juga untuk menampilkan konten multimedia pada website untuk aspek seni dan hiburan. Flash sesungguhnya dirancang hanya untuk “eye-catching” - menarik perhatian pengunjung, dan hal itu mungkin saja. Tetapi pertanyaan sebenarnya untuk kebutuhan website Anda adalah :

Apakah hal itu juga dapat menarik perhatian mesin pencari?”

Daftar masalah terkait elemen flash

Pada dasarnya website sangat membutuhkan visibiltas pencarian untuk mesin pencari, dan sebenarnya pula elemen flash pada sebuah website tidak dapat dibaca oleh robot mesin pencari. Lalu bagaimana harus memperlakukan elemen flash dan kapan harus menggunakannya?
    • Websites need search visibility to be popular on the web and flash websites or flash elements on a website were unreadable by search engine crawlers until Google announced on June 30th 2008 that it improved its capability to index flash files and include them in their search results.
Berikut ini daftar masalah terkait dengan website Flash atau elemen flash pada website :
  • No Inner Page URLs

    Jika website Anda dibangun atas dasar flash atau menggunakan teknologi flash, konsekuensinya 
    adalah website Anda hanya akan memiliki 1 (satu) URL, yaitu hanya URL halaman utama). Efeknya terhadap SEO? Kekurangan “inner page links” menjadikan sedikit kesempatan “flash website” untuk ditampilkan di halaman hasil pencarian (SERPs – Search engine result pages).
  • Slower Page Loading Times

     
    Flash website atau penggunaan banyak konten flash akan memperlambat load time (waktu yang dibutuhkan untuk menampilkan) situs. Meski belakangan ini banyak usaha untuk menanggulangi, 
    seperti dengan meningkatkan kecepatan download internet dan kompabilitas browser, namun masih saja masalah ini membayangi banyak website.
  • Poor User Experience

    Penggunaan navigation pada flash website menjadi tidak wajar. Apa pengaruhnya pada visitor?
    Mereka terpaksa menghabiskan akan lebih banyak waktu untuk mencari konten yang mereka       butuhkan pada website yang konten flashnya terlalu banyak. Ketika pengalaman pengguna ini sudah tidak bisa dikompromikan, akan sulit meningkatkan pagerank dalam search engine Google.
  • Indexed by Google Bots Only

    Hanya mesin pencari Google yang mengenali officially index flash. Sementara yang lainnya semata-
    mata hanya sebagai search engine (index site) berbasis text dan HTML content. Namun tetap tidak ada jaminan Google dapat mengindeks sepenuhnya flash website.
  • Poor On-Page Optimization

    Flash website atau elemen flash mengurangi  kehadiran elemen-elemen “on page SEO” seperti :
    header, semua tag image, anchor text, meta title and meta description.
  • No Link Value

    Crawler Search engine gagal merayapi link yang terkait didalamnya flash. Secara ekstreem jika website sepenuhnya berbasis flash-based, maka website tersebut hanya akan memiliki 1 (link) saja, yaitu link homepage dan tidak punya inner page link. Inilah jawaban mengapa tidak ada nilai link untuk website berbasis flash (flash-based websites).
  • Difficult to Measure Metrics on Google Analytics

    Sebagian besar website berbasis flash-based menjadikan webmaster tools sulit melacak perilaku user (visitor). Akibatnya sulit untuk mengetahui kinerja metrik halaman-halaman berbasis flash.
Riset menunjukkan 30 - 40 persen website menggunakan Flash. Ini bukan berarti bahwa situs-situs ini TIDAK menerima trafik dari “search results.”  Sebagian situs ini bisa saja merupakan situs besar dengan brand terkenal yang menjadi populer karena metode offline marketing karena itu dapat mengumpulkan banyak link eksternal alami dari situs lain dan bahkan menjadi rujukan situs lain. Maka dengan sendirinya mereka akan mendapatkan ranking tinggi dari Google.

Perlu dicatat mereka tidak lagi mengandalkan SEO Friendly untuk popularitas situsnya karena kekuatan iklan dan publisitas offline. Situs seperti ini justru menciptakan PR (pagerank) sendiri tanpa bantuan SEO. Bahkan sebaliknya, beberapa situs tidak-populer justru merasa perlu menanamkan SEO-nya ke dalam website berbasis Flash tersebut dalam rangka mengoptimalkan situsnya untuk diindeks mesin pencari.



Pembahasan dilanjutkan ke : Do not have your entire website designed in Flash
Anda membaca artikel : Bagaimana mengoptimalkan Flash untuk SEO friendly?
THANK YOU for your continued liking 'n sharing. If you haven't liked this post yet, you may do that by hitting the buttons just BELOW.
Please drop your comment and questions below ……
Comments

0 komentar:

Poskan Komentar di Website Design

Penelusuran topik khusus di blog ini
Loading