Author by : Doublehorn
DAFTAR ISI
Protected by Copyscape Online Infringement Detector
aboutus website design services

Willkommen auf mein web blog

Best regard. I will do my best to make it interesting and useful. Greeting to toko online Prestashop!
Tampilkan postingan dengan label PHP-code. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHP-code. Tampilkan semua postingan

30 September 2014

website design work : Memberi komentar code

Komentar code dalam HTML website

Jika Anda harus membuat atau terbiasa membuka code HTML, PHP, style CSS atau code lainnya pasti Anda memerlukan code komentar. Anda pernah menemukan istilah "comment out" di dunia coding? Istilah itu berarti memberi kode komentar sebagai bagian dari code file template website.

Apa itu komentar kode di halaman HTML atau PHP website?

comment-out-html-website
Comments or comment codes are part of code that helps the designer and the user figure out what is what, which section is which, and what is going on within the tangle of codes.

Komentar atau kode komentar adalah bagian dari kode yang membantu desainer dan user untuk mencari tahu "what is what" - apa sebagai apa, "which section is which" yang bagian mana, dan apa yang terjadi di dalam jalinan kode.

Comments-out pada halaman HTML or PHP (outside of the PHP code)

Contohnya seperti ini:

<!-- comment here about what is going on -->

Komentar kode pada file CSS files :

/* comment here about a style */

Komentar kode di dalam code PHP :

<?php the_excerpt(); // Show excerpt and not full post content ?>

Atau seperti ini :

<?php /* This is my special hack.
         It's so special it requires a comment that spans multiple lines! */

my_special_hack();
?>

Tracking Template Files

Style CSS bisa menyeberang ke file, sehingga melacak bagian mana acuan dalam kode di file template bisa sulit jika tanpa pemberian komentar kode yang baik. Memang bukan keharusan, tetapi akan sangat membantu untuk menambahkan komentar ke opening div atau opening class seperti ini :
<div id="sidebar"><!-- sidebar begins -->

Kebanyakan orang akrab dengan HTML dan CSS mengakui bahwa id adalah awal dari section dan komentar mungkin tidak diperlukan, tetapi tentu akan membantu jika pada awal setiap loop dalam setiap Tema WordPress ada komentar seperti ini :

<!-- WordPress Loop begins here -->

Pada akhir setiap div, khususnya yang file lintas Template sebaiknya memiliki komentar akhir:

</div> <!-- end content -->

Comments in Style Sheets

Kadangkala dalam file template meliputi CSS inline style pada header.php, file index.php atau file single.php - diluar file styles.css untuk tema template.

Jika orang akan memodifikasi tema template, ada anggapan bahwa semua kode style CSS ada dalam file style.css. Maka sebaiknya jika Anda menambahkan style CSS ke file template yang sebenarnya, silahkan membuat komentar tentang hal itu dalam style.css sehingga user tahu di mana menemukannya. Adakah yang menjadikan lebih frustrasi daripada mencoba untuk mengubah style css tanpa hasil, hanya untuk menemukan website desainer menempatkan style utama dalam file header file sebenarnya.

Hanya perlu menambahkan short comment seperti :

/* Styles for the header image are found within the header.php file. */

Sebenarnya sama pentingnya menciptakan desain website yang paling indah dan inovatif, tetapi juga penting untuk membantu user menggunakan desain Anda.

Commenting Out Code

Note: Jika Anda mengirim tema ke direktori (di control Panel), kode komentar tidak boleh digunakan

Ada kalanya Anda menguji tag template, tag Plugin, atau bit yang berbeda dari kode dan Anda perlu untuk mencegah mereka dari menampilkan atau intiating (aktif). Untuk melakukan ini, lakukan "hide" (deactivate) dengan kode komentar. Untuk kembali aktivasi, hanya menghapus kode komentar.

Menyembunyikan atau deactivate  HTML:

<!-- <div class="redblock"><p>This is some HTML in the redblock class.</p></div> -->

Menyembunyikan atau deactivate CSS styles:

/* .redblock {font-size: 80%; font-style: italic; color: red; } */

Menyembunyikan atau deactivate PHP code dalam file template:

<?php // the_content(Continue Reading...); ?>

Atau

<?php /* the_content(Continue Reading...); */ ?>


That's all we know - Happy blog blogger - semoga bermanfaat


read more website design

17 September 2014

Content Management System : CMS website JOOMLA!

Apa itu yang dimaksud dengan CMS atau Content Management System? Anda akan menemukan jawabannya disini.

CMS adalah software yang memungkinkan orang atau banyak pihak, walau tidak punya basic pengetahuan HTML, CSS atau script, secara kolaboratif menambahkan dan/atau mengubah, update isi website (blog), termasuk didalamnya webstore (toko online).

CMS terdiri dua elemen :
  1. Aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
    Elemen CMA memungkinkan admin content - yang mungkin tidak punya pengetahuan dasar HTML (Protokol Transfer Hiperteks) - untuk mengelola membuat, mengubah, dan menghapus isi website tanpa perlu keahlian webmaster.

  2. Aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA])
    Elemen CDA memakai dan menghimpun informasi yang sebelumnya ditambah, dikurangi atau diubah oleh admin content untuk memperbaharui website
Kemampuan (fitur) CMS berbeda-beda. Meski demikian, kebanyakan software CMS punya fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan indeks, pencarian, dan pengarsipan.
CMS website web toko online

Sejarah singkat website template Joomla!

Joomla berasal dari bahasa Swahili (salah satu bahasa di Afrika Selatan) "jumla" yang mengandung makna "kebersamaan" Joomla! adalah salah satu Sistem manajemen konten (CMS) gratis (free open source), ditulis menggunakan PHP dan basis-data MySQL untuk keperluan di internet maupun di intranet (localhost). Versi pertamanya Joomla! versi 1.0.0 release 17 September 2005.

Fitur-fitur Joomla! diantaranya sistem caching untuk peningkatan performance website, RSS, blog, polling et cetera. Joomla! menggunakan lisensi GPL.

Sama seperti template website Prestashop atau template lain, Joomla! terdiri 3 elemen dasar:
  1. Web server
    Web-server terhubung ke Internet atau Intranet (localhost atau server lokal dalam computer) yang berfungsi sebagai penyedia layanan situs. Joomla menggunakan Apache sebagai web-server.

  2. Script PHP
    Script PHP terdiri dari kode program dalam bahasa PHP

  3. Database MySQL
    Basis-data (database) merupakan tempat penyimpanan content website. Adapun basis-data yang digunakan adalah database MySQL
Pertama, user meminta akses terhadap halaman Joomla dengan mengeksekusi URL di web-browser yang kemudian terhubung ke web-server. Permintaan ini secara teknis disebut query string (selain terdapat URL juga mengandung parameter content (section, category, ID article etc)).

Berdasarkan parameter tersebut, sistem script Joomla melakukan kontak dengan database dan mengambil konten yang dimaksud berdasarkan parameternya. Terakhir, konten dan template Joomla digabung bersama dan hasilnya adalah halaman html, gambar, css dan javascript.

Paket Joomla! terdiri dari beberapa bagian terpisah dan termodul yang sangat fleksibel (mudah ddikembangkan dan diintegrasikan). Sebagai contoh "plugins" WikiBot yang memperbolehkan Super Administrator (penulis) di Joomla menggunakan "Wikitags" pada bagian artikel yang secara otomatis membuat pranala dinamis ke artikel Wikipedia pada saat ditampilkan.

Ada lebih dari 1,700 "plugins" yang secara resmi didelegasikan oleh OpenSource Matters, tersedia di http://extensions.joomla.org/ Dan kini secara resmi dipindahkan ke http://joomlacode.org dengan dukungan server lebih lengkap.

Joomla versi awal yaitu versi 1.0.0 merupakan versi alias dari Mambo 4.5.2.3 yang telah dikembangkan oleh "Pengembang Inti Mambo hingga Agustus 2005" sebelum hengkang dari Mambo.

Pemimpin Tim saat itu Andrew Eddie (dikenal dengan sebutan "MasterChief") menulis surat terbuka masalah hengkangnya di komunitas Mambo dan diumumkan di forum mamboserver.com. Tim pengembang ini kemudian membuat situs OpenSourceMatters untuk mendistrubusikan informasi ke user, developer, desainer web dan komunitas lain pada umumnya.

Perkembangan Joomla berawal dari Joomla 1.0.0 hingga ke tahap luarbiasa yaitu Joomla 1.0.15. Sekitar tahun 2007 mulai ada pengembangan Joomla 1.5.x yang memiliki beberapa persamaan dan perbedaan cukup signifikan disbanding versi sebelumnya. Pengembangan berlanjut ke Joomla 1.5.20. Kemudian ke Joomla 1.6 versi beta dan dapat diunduh diwww.joomla.org. Semakin baru versi Joomla memiliki penyempurnaan dari versi-versi sebelumnya.

Masing-masing punya daya tarik, Joomla 1.5.9 menawarkan nuansa baru dan lebih modern termasuk dalam system. Joomla 1.0.15 lebih stabil dan terdukung oleh banyak aplikasi dan developer. Kemudian dikembangkan Joomla versi 2.5.x dan versi terbaru sejak April 2014 adalah Joomla versi 3.3.

Seiring dengan semakin meratanya penggunaan smartphone, maka mulai Joomla! Versi 3.x ada tambahan fitur baru yang sangat penting, yaitu fitur Responsive. Dengan fitur ini halaman front-ends situs yang menggunakan template platform Joomla secara otomatis dapat menyesuaikan (customized) dengan lebar layer smartphone, iPad, notebook atau perangkat lain.

Elemen dasar website dengan template Joomla!

Ada 3 hal cakupan dasar yang harus ada untuk membangun website berbasis Joomla!

PHP (Personal HomePage)

PHP atau lebih dikenal dengan sebutan Hypertext Preprocessor merupakan bahasa pemrograman atau scripting yang bersifat server side. Hasil coding (pembuatan sintaks) atau program kode PHP ini akan dieksekusi oleh web-server, dan kemudian akan dikirim dalam bentuk HTML ke browser client.

Kode PHP tersebut tidak dapat dilihat oleh pengunjung, melainkan kode HTML yang merupakan hasil eksekusi kode PHP tersebut yang dapat dilihat oleh pengunjung. Untuk mengubah kode PHP tersebut menjadi kode HTML diperlukan aplikasi yaitu Engine PHP yang akan digunakan bersama-sama dengan aplikasi web-server.

Database

Tampilan kode HTML Joomla! Yang dapat dilihat oleh pengunjung diciptakan dengan menggunakan bahasa pemrograman atau scripting PHP dan penggunaan database MySQL. Database ini digunakan untuk menampung data-data Joomla! milik Anda, seperti user, password, modul, extention, image, text dan data-data lain. Jika anda ingin download aplikasi MySQL, buka http://mysql.com

Web server

PHP dan Database merupakan 2 unsur dasar yang harus ada dalam membangun situs dengan platform Joomla!, Namun ada bagian terpenting yang juga harus ada dalam website, YAITU web-server.

Web-server ini berfungsi sebagai pusat control dari pengolahan data website. Jadi input yang dilakukan oleh user internet akan diolah, kemudian dikembalikan lagi kepada pemakainya. Salah satu web-server yang paling banyak digunakan adalah Apache, karena telah banyak mendukung format file server tanpa perlu tambahan komponen aplikasi lagi.

Website dengan template platform Joomla! akan berjalan baik bila menggunakan software web-server Apache. Jika Anda ingin download aplikasi web-server Apache buka http://apache.org.


Download Joomla: http://www.joomla.org/download.html



That's all we know - Happy blog blogger


read more website design

27 April 2014

Website Store Prestashop : Struktur Dasar Konfigurasi 2


Bagaimana website toko online bekerja?

Sama seperti pada semua script PHP, Prestashop melakukan loading website menggunakan SATU-SATUNYA file index.php. Jika situs toko online pakai theme Prestashop. Itu artinya semua file .php, .tpl, .html, semua file lain beserta semua folder ditempatkan dalam CMS toko online Prestashop. Kali ini kita tidak membicarakan file Index.php, file .html atau .tpl secara detail.

Disini kita hanya peduli dengan pemahaman bagaimana PrestaShop bekerja.

Pembicaraan kali ini untuk menguatkan pemahaman esensi dari content posting Bagian SATU.

REKAPITULASI-KONFIGURASI-prestashop
CARA KERJA

Kita buka sampel toko online Prestashop. Saat ketik URL http://www.clodaclodi.com/ di address bar, web server akan loading halaman index (index.php) dan mengubahnya menjadi informasi isi web page. File index.php ini termasuk di dalamnya file config.inc.php yang ada di direktori config.

Setting konfigurasi Prestashop diperankan oleh config.inc.php untuk seluruh konfigurasi dan setting. File config.inc.php memeriksa apakah semuanya sudah ter-install dan mendefinisikan template dasar (base theme), default direktori beserta alurnya (paths), status order dan lainnya.

Kita akan sering ubah kode pada baris 29 isi file config.inc.php atau dengan CTRL-F temukan ini :

ON-OFF-display-error-file-Prestashop
Tindakan diatas untuk mengaktifkan “Error Reporting” - yaitu saat kita menginginkan pesan error ditampilkan di webpage agar mengetahui diagnosa error. (setelah diagnosa didokumentasikan, segera kembalikan status off).

Ketika file config (di folder config) dimuat (loaded), maka file index.php diperintahkan menyertakan file header.php yang diambil langsung dari root install. Yang dimaksud dengan root install berarti langsung diambil dari Prestashop, bukan dari dalam subdirektori yang ada.

INDEX.PHP

INDEX-PHP-prestashop

HEADER.PHP

HEADER-PHP-Prestashop
Snippet isi file HEADER.PHP dalam bentuk image untuk DOWNLOAD script code ada DISINI
HOOK

Baris kode :

$smarty->assign('HOOK_HOME', Module::hookExec('home'));

Baris kode ini akan menentukan Hook (Hook memungkinkan administrator situs untuk menentukan di lokasi mana mereka ingin modul tertentu ditampilkan di webpage).

DISPLAY

Baris kode :

$smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'index.tpl');

Baris code ini mengatakan tentang tampilan  index.tpl dari direktori default theme. Prestashop (Anda menentukan theme untuk digunakan dengan pergi ke Back Office >>Preferances >> appearance).

FOOTER.PHP

Baris code :

include(dirname(__FILE__).'/footer.php');

Baris code ini mengatakan tentang php yang mencakupi file footer.php dari direktori kita (dirname).

FOOTER-PHP-website store Prestashop
FILE TPL

Setiap file diatas terkandung request PHP untuk memasukkan file lain.  Meski ada pengaturan konfigurasi Prestashop, tapi Hooks dan file-file php  belum punya HTML. Di sinilah diperlukan peranan file tpl.

File tpl adalah file template yang mencakup HTML dan kode Smarty

File tpl sebagian besar ada di direktori theme, namun ada juga di modul karena setiap penulisan modul diperlukan file template (tpl) tersendiri.

global-css-dalam -file-HEADER-PHP-Prestashop

Penjelasan kode diatas sebagai berikut :

File global.css  sedang dipanggil dari direktori theme Prestashop untuk itu diperlukan file-file CSS lain dan JavaScript yang sudah terkandung di dalamnya.

$smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'maintenance.tpl');  

Artinya :
akan menampilkan page pemeliharaan yang disebut maintenance.tpl jika toko online ditutup */

Tampilan HTML (yaitu bagian layout halaman web) berasal dari file header.tpl


KESIMPULAN
  • File index.php memanggil (meminta) file index.tpl, file footer.php dan file footer.tpl
  • File tpl menentukan layout situs html dan ada dalam folder theme.
  • File index.php meliputi header.php, index.tpl dan footer.tpl dari direktori theme
  • File header.php memanggil file header.tpl 
  • File footer.php juga memanggil file footer.tpl


  • KESIMPULAN AKHIR :
    HTML utama berasal dari 3 file template : index.tpl, header.tpl dan footer.tpl

Review struktur dasar website store Prestashop

Agar semua masuk akal mari kita buka header.tpl, index.tpl dan footer.tpl secara bersamaan.

Header.tpl

REVIEW-Header-tpl
Snippet isi file HEADER.TPL dalam bentuk image untuk DOWNLOAD script code ada DISINI

Index.tpl


{$HOOK_HOME}

FOOTER-tpl-file-prestashop

KESIMPULAN :

Sumber dari HOMEPAGE (semua modul dalam kondisi un-instal dan ada sedikit JavaScript yang dihapus dari footer sehingga kita bisa fokus ke HTML saja) berasal dari file TPL UTAMA.


struktur-dasar-HTML-prestashop
Script code dalam bentuk image untuk DOWNLOAD script code ada DISINI

REKAPITULASI
  1. index.php loading request halaman PHP lain yang didefinisikan dalam file PHP. Lalu halaman PHP ini memanggil file-fle tpl dan bersama mengubahnya menjadi web page

  2. index.tpl hanya berisi satu baris :
    {$ HOOK_HOME}.
    Hal ini disebabkan file index hanya akan menampilkan modul-modul Prestashop yang ditugaskan untuk homepage. Kategori dan halaman produk akan ditampilkan dengan bantuan modul lain.

  3. Body ID berbeda-beda pada masing-masing halaman - misalnya : index.tpl, category.tpl, product.tpl. Sehingga kita punya fleksibilitas untuk style halaman berbeda-beda dengan hanya menggunakan aturan di global.css untuk menargetkan body ID. Darimana hal seperti ini berasal?

    Periksa header.tpl, kita akan lihat satu baris ini :

    <body {if $page_name}id="{$page_name|escape:'htmlall':'UTF-8'}"{/if}>
Kode itulah yang menjadikan nama page. Sehingga category.tpl akan punya <body id="category">




Sumber :
www(dot)daveegerton(dot)com/prestashop-guides/Prestashop-Designers-Guide/Structure/File-Structure(dot)

KEMBALI KE  >>>>>  BAGIAN 1

That's all we know - Happy blog blogger

read more website design

24 April 2014

Website Toko Online Prestashop : Struktur Konfigurasi 1



Sebagai Admin toko online, kita tahu Prestashop punya sedemikian banyak fitur untuk dioptimalkan pemakaiannya. Sebagai web designer, kita juga bingung ada ratusan modul khusus untuk Prestashop (berbayar maupun free) yang ditawarkan di internet oleh developer independent. Tapi kali ini kita membicarakannya dari sudut pandang website designer.

File index.php template website toko online Prestashop

Prestashop - seperti juga pada semua script PHP - akan memuat  website dengan menggunakan file index.php. Toko online http://www.clodaclodi.com/ adalah pengguna theme PRESTASHOP. Artinya, semua file seperti : .php, .tpl, .css dan semua folder dalam CMS Prestashop  akan ditempatkan pada database web server (hosting) yang digunakan oleh clodaclodi[DOT]com.

Maka saat visitor mengetik URL ini - http://www.clodaclodi.com/ pada address bar browser (Mozilla atau Google Chrome etc.), maka web server tersebut segera akan memuat halaman indeks tersebut. Halaman indeks ini merupakan informasi yang menentukan apa yang terjadi.

Untuk memahami apa yang terjadi saat memuat situs tersebut, kita perlu tahu tentang file indeks.

INDEX.PHP

Isi halaman index.php (versi 1.1.0.5) pada Prestashop garis besarnya meliputi kode berikut :

php-file-Prestashop

Secara garis besar isi file INDEX.PHP terdiri 5 baris kode (seperti terlihat diatas) sebagai struktur dasar yang membangun toko online Prestashop dan menjadikannya sebagai konfigurasi elemen-elemen dasar yang terintegrasi. Postingan kali ini akan menjelaskan kelima baris kode tersebut.

Struktur Website Prestashop : Penjelasan isi file INDEX.PHP

PENJELASAN PERTAMA : file config.inc.php

index.php termasuk di dalamnya file config.inc.php yang terletak di direktori config.
File config.inc.php ini melakukan konfigurasi dan pengaturan setting lainnya.

File config.inc.php akan memeriksa apakah semuanya sudah terpasang (install) dan mendefinisikan template dasar (base theme), default direktori dan alurnya (paths), status order dan setting lain. Saya tidak akan menyibukkan diri dengan penjelasan rinci.

Sebagai Website Desainer, kita perlu melacak jejak error dari waktu ke waktu. Jika Anda buka file config.inc.php di lokasi ini ---> .../config/config.inc.php (silahkan cari di folder config pada cPanel). Maka pada baris paling atas file, Anda akan melihat ini :


@ini_set('display_errors', 'off');


Jika Anda ubah menjadi :

@ini_set('display_errors', 'on');


Dengan di-setting "on" berarti Anda mengaktifkan “Error Reporting” – tetapi harus diingat, Anda HARUS segera mengembalikannya ke status off setelah berhasil melacak error yang terjadi.

Saya tegaskan lagi!!!.

Kembalikan ke status default “off” ketika live installation (atau setelah berhenti melacak error). Karena jika lupa mungubah ke "offf" akan muncul secara terus-menerus pesan seperti gambar ini:


status off display-error-Prestahop

PENJELASAN KEDUA : File header.php

config ini dimuat (loaded), maka file index.php diperintahkan untuk menyertakan file header.php dari instalasi root (root install). Yang dimaksud dengan root install BERARTI langsung dari situs Prestashop kita, bukan dari sesuatu yang terdapat dalam setiap sub-direktori.

File header.php

ISI-header.php-Prestashop
Snippet isi file HEADER.PHP dalam bentuk image untuk DOWNLOAD script code ada DISINI



Disini saya juga tidak akan terlalu jauh membicarakan code pada file header.php diatas.

PENJELASAN KETIGA : HOOK_HOME

Kita temukan pada baris ke-3 file INDEX.PHP (seperti terlihat pada awal postingan) baris kode ini :

$smarty->assign('HOOK_HOME', Module::hookExec('home'));

Baris kode tersebut untuk menentukan Hook (pada dasarnya Hook memungkinkan administrator untuk menentukan dimana mereka ingin modul tertentu ditampilkan pada toko Prestashop)

PENJELASAN KEEMPAT : Display File index.tpl

Selanjutnya kita temukan ini :

$smarty->display(_PS_THEME_DIR_.'index.tpl');

Baris code diatas mengatakan bahwa display file index.tpl dalam posisi dari direktori default theme.
(Anda menentukan theme tersebut untuk digunakan di Back-Office >> Preferances >> Appearance
)

PENJELASAN KELIMA : File footer.php

Pada baris kelima file INDEX.PHP kita temukan footer.php :

include(dirname(__FILE__).'/footer.php');

Baris kode diatas mengatakan php ini mencakup file footer.php dari direktori kita (dirname))

File footer.php tersebut secara garis besar memiliki snippet code berikut :

File footer.php

ISI-header.php-Prestashop



Tiap file-nya  mengandung permintaan PHP untuk memasukkan file lain. Kita hanya peduli dengan apa yang sedang terjadi. Deskripsi ini untuk memahami bagaimana PrestaShop bekerja.

SELESAI - That's all we know

Meskipun kita sudah melakukan setting konfigurasi Prestashop, namun Hooks dan berbagai file php  belum punya HTML apapun. Di sinilah template (file .tpl) masuk dan mengambil peran utama.

FILE .TPL : LAYOUT WEBSITE TOKO ONLINE PRESTASHOP

File-file tpl menentukan layout situs html (webpage Prestashop) dan ada dalam folder theme. File tpl tersebut sebagian besar berada di direktori theme, tetapi juga ada di modul karena setiap seseorang menulis modul perlu file template sendiri (tpl).

File tpl adalah file template mencakup HTML dan kode Smarty.

file-tpl-website store prestashop

Penjelasan file .css dan .tpl

Jadi file global.css sedang dipanggil dari direktori theme Prestashop. untuk pemanggilan ini diperlukan file CSS lain dan juga file JavaScript yang sudah terkandung didalamnya.

Tampilan HTML (merupakan bagian dari layout webpage) berasal dari file header.tpl, dan index.php "memanggil" index.tpl, dan demikian juga file footer.php "memanggil" (meminta) footer.tpl.

Bersambung ke >>>>    BAGIAN 2

That's all we know
read more website design

27 Maret 2014

Setting G-Zip encoding for speed load and SEO website


Menampilkan halaman website (webpage) melibatkan browser yang digunakan user dan web server yang dipakai oleh website (blog). Lakukan setting Gzip encoding file index website (/index.html) menjadi file ZIP (/index.html.zip) - tindakan ini juga disebut sebagai compress file index.html menjadi file ZIP - untuk mempercepat loading time dan menghemat bandwidth.

Mekanisme browser menampilkan halaman website

Saat membuka halaman website (blog), sebenarnya Anda meminta browser (e.g. Google Chrome / Firefox) untuk menampilkan file /index.html (merupakan heavy file karena ukuran file index ini relatif besar). Sebelum menampilkan file index, browser harus request file /index.html ke web server (yang digunakan oleh website Anda) agar mengirim file /index.html tersebut.

Terkait setting G-Zip Encoding untuk mempercepat loading halaman web dan untuk memperbaiki SEO (Search Engine Optimization), kerjasama Server dan Browser punya rumus simpel, yaitu :

Smaller file = faster download = happy user.

Kita dapat mengatur setting web server dengan mengubah heavy file /index.html (yang size nya terlalu besar) ke file ZIP. Jika web server bisa mengirim file zip ke browser (index.html.zip), MAKA akan hemat bandwidth dan download time. Artinya browser bisa lakukan download file zip, mengekstrak, menunjukkan ke user browser dan kemudian memuat webpage tersebut lebih cepat.

Percakapan antara Browser dengan Web Server saat request file /index.html yang dikompresss (diubah ke file ZIP) kurang lebihnya terlihat seperti ini :

skema-HTTP-request-response-compressed-file-index
  1. BROWSER :
    Hei! Bisakah saya dapatkan /index.html?  Saya ingin versi compres jika Anda bisa lakukan.
  2. SERVER :
    Coba saya lihat.  Yup! Ini dia. Anda ingin compressed version? Ini dia, keren!.
  3. SERVER :
    Saya temukan /index.html. Saya akan menjadikannya file zip dan mengirimkannya ke Anda.
  4. BROWSER :
    Great! Bagus!
    Ukuran file zip menjadi hanya 10KB. Saya akan unzip dan menunjukkannya ke user saya.

Bagaimana Cara Setting G-Zip Encoding website?

Sebagai USER, kita tidak bisa mengkontrol Browser, namun user bisa mengkonfigurasi Web Server terkait content file ZIP, sehingga browser mempercepat speed loading dan menghemat bandwidth untuk semua orang. Hasilnya website blog memberi rasa senang dan good user experience.

Jika pakai Web Server IIS, Anda perlu mengaktifkan kompresi dalam pengaturan.

  • Pengguna Web Server Apache memungkinkan kompresi output cukup mudah. Tambahkan baris berikut ke file  .htaccess dalam web server Anda :
    # compress text, html, javascript, css, xml:
    AddOutputFilterByType DEFLATE text/plain
    AddOutputFilterByType DEFLATE text/html
    AddOutputFilterByType DEFLATE text/xml
    AddOutputFilterByType DEFLATE text/css
    AddOutputFilterByType DEFLATE application/xml
    AddOutputFilterByType DEFLATE application/xhtml+xml
    AddOutputFilterByType DEFLATE application/rss+xml
    AddOutputFilterByType DEFLATE application/javascript
    AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-javascript

    # Or, compress certain file types by extension:
    <files *.html>
    SetOutputFilter DEFLATE
    </files>

Web Server Apache memiliki 2 opsi metode kompresi HTTP :
  • mod_deflate, opsi set up standard yang lebih mudah.
  • mod_gzip, opsi lebih powerful: Anda dapat melakukan pre-compress content.
Dibandingkan dengan mod_deflate, mod_gzip memberikan rasio kompresi HTTP yang lebih besar. Artinya mod_gzip lebih baik daripada mod_deflate.

Mod_gzip secara otomatis bekerja pada server apache.  Mod_gzip menghemat bandwidth dengan cara mengkompresi bodi respon HTTP sebelum dikirimkan ke BROWSER. Rata-rata browser modern bisa membaca respon yang terkompresi. Perbandingan jumlah request teks (HTML, txt, js, css) dan gambar (gif, jpg, swf) untuk sebuah situs tipikal adalah 1:1 hingga 1:3, dan gzip dapat mengkompresi teks hingga 50%-80%. Maka pengiritan trafik outgoing web yang diperoleh rata-rata bisa berkisar antara 10%–35%. Dan total penghematan bandwidth yang diperoleh antara 4%–15%.

Agar deflate (perampingan) heavy file /index.html berlangsung cepat dan bekerja, gunakan opsi mod_gzip. Apache juga memeriksa apakah browser mengirimkan "Accept-encoding" header dan mengembalikan versi kompresi ataupun versi reguler dari file.

Bagaimana jika kita tidak dapat mengubah (memodifikasi) file .htaccess?

Jika tidak dapat mengubah file htaccess., Anda dapat menggunakan PHP. Gunakan PHP untuk mengembalikan compressed content. Berikan file HTML dengan .php extension, dengan menambahkan kode berikut di bagian atas file HTML :

<?php if (substr_count($_SERVER['HTTP_ACCEPT_ENCODING'], 'gzip')) ob_start("ob_gzhandler"); else ob_start(); ?>

Syarat untuk bisa pakai metode kompresi HTTP di atas adalah browser dan server harus support. Khusus untuk mod_gzip, PHP yang digunakan harus versi 4.0.6 hingga terbaru.

Cara periksa versi PHP di website server

Cara mengetahui versi PHP pada server yang kita gunakan, silahkan buat file php (contoh: info.php), kemudian ketikkan kode berikut:

<?php
phpinfo ();
?>

Kemudian SAVE dan uploadlah file tersebut ke root direktori Wordpress. Buka file tersebut melalui browser yang kita gunakan. Contoh: http://nama-domain.com/info.php. Disini akan kita lihat informasi lengkap PHP yang ada di server dan bisa mencari fitur-fitur yang terintegrasi di dalamnya.

Verify Your Compressed file of website

Setelah mengkonfigurasi web server, lakukan cek ulang untuk memastikan ada compressed content.
  • Online : GUNAKAN online gzip test untuk memeriksa apakah halaman web Anda telah compressed.
  • Pada browser : GUNAKAN Web Developer Toolbar >> Information >>  View Document Size UNTUK melihat apakah halaman web Anda telah compressed.
  • View the headers : GUNAKAN Live HTTP Headers UNTUK memeriksa response. Carilah baris yang berisi frase  "Content-encoding: gzip".
Hasilnya sangat mengagumkan! Misalnya, ukuran (size) instacalc homepage dapat menyusut ukurannya dari 36kb ke 10kb, atau penyusutan ukuran sampai 75%.

Contoh pengkompressan file website

Untuk dicoba, bukalah downloadable example:
  • index.html - No explicit compression (pada server ini digunakan compression by default ).
  • index.htm - Explicitly compressed with Apache. File .htaccess menggunakan .htm sebagai rule
  • index.php - Explicitly compressed using the PHP header
Jangan ragu download contoh2 file di atas. Tempatkan mereka di server Anda dan tweak pengaturan.

PERINGATAN

HTTP Compression tidak selalu bekerja baik karena masalah :
  • Older browsers sering trouble terkait dengan compressed content.
  • Already-compressed content
    Image, musik dan video telah compressed. Jangan buang waktu untuk kompres. Anda HANYA PERLU COMPRESS “THE BIG 3” (HTML, CSS and Javascript).
  • CPU-load
    Kompres content mempersingkat CPU time dan hemat bandwidth. Biasanya ini menjadi tradeoff besar mengingat kecepatan kompresi. Ada cara untuk pra-kompres content statis dan mengirimkan versi terkompresi. Ini memerlukan konfigurasi lebih. Gunakan siklus CPU untuk pengalaman user lebih cepat, mengingat rentang perhatian yang pendek di web.
Mengaktifkan kompresi adalah salah satu cara tercepat meningkatkan kinerja website. Lakukan dan biarkan user website menikmati manfaat sebagai user-experience yang baik.
Related Post : Mengatur G-Zip Encoding untuk percepat Speed Loading
Source :   How To Optimize Your Site With GZIP Compression


That's all we know

read more website design

15 November 2013

Prestashop : direct to payment after login in order page


Secara default CMS Prestashop menawarkan proses berbelanja di toko online Prestashop dalam 5 tahap prosedur berbelanja di web store.

Tahap-tahap berbelanja di webstore Prestashop

Berikut ini prosedur cara berbelanja di toko online Prestashop.
  1. RESUME/ Kesimpulan : Anda klik produk-produk untuk dibeli akan dihasilkan list belanjaan.
  2. LOGIN untuk melanjutkan transaksi. Bagi member, hanya perlu ketik email dan password
  3. ALAMAT. Pada tahap ini dikonfirmasikan alamat tujuan pengiriman barang.
  4. PENGIRIMAN. Pada tahap ini fitur jasa kurir yang dipilih (JNE) akan mengenali alamat tujuan.
  5. PEMBAYARAN. Pada tahap terakhir ini Anda diarahkan ke cara pembayaran. Atau lebih spesifik lagi akan ditampilkan daftar rekening bank untuk menerima pembayaran.

Skip Shipping

step-step berbelanja di webstore Prestashop
Pada topik ini kita akan menyederhanakan transaksi toko online dengan menghapus step pengiriman (shipping) dari 5 tahapan transaksi :

Ringkasan / Kesimpulan ---> LOGIN ---> ALAMAT ---> SHIPPING  ---> PEMBAYARAN.

(Setelah pengunjung mengeksplorasi produk dan klik-klik produk yang diminati, selanjutnya dia hanya perlu LOGIN untuk mencantumkan ALAMAT Tujuan pengiriman barang yang dibeli dan bisa langsung transfer uang sebesar harga barang + Ongkos kirim dan melakukan konfirmasi bahwa telah dilakukan pembayaran).

Skip Shipping Step :

  1. Buka file order.php pada root directory. Pada baris ke 85, Anda akan melihat script yang ditulis dengan switch blahblahblah. Anda lihat ada case 1 : displayAddress()
    Silahkan diblokir (Block) baris tersebut dengan menambahkan “ // “ di depannya dan tulis baris lainnya seperti dibawah ini :

    case 1: displayPayment(); //displayAddress(); break;
    Tindakan ini akan menjadikan user (pembeli online) akan dibawa langsung ke Payment Choice (tahap metode pembayaran)

    • Kemudian Anda buka file order-steps.tpl dalam themes directory pada root directory (public.html). Kemudian tambahkan baris ini : <!– and end with –> ke baris 39.

      <!-- 
      {if $current_step=='payment' || $current_step=='shipping'}
              {l s='Address'}
              {else} 
              {l s='Address'}
              {/if}
      -->
      <!--  {if $current_step=='payment'} 
              {l s='Shipping'}
              {else}
              {l s='Shipping'}
              {/if}
      -->


      Sekarang step-step lain pun telah disabled (tidak aktif).
    • Penutup. Buka file order-payment.tpl yang juga ada di themes directory.
    • Lihat baris 24 dan check baris ini :
      {$base_dir_ssl}order.php?step=2
      Gantilah angka2 dengan angka 0. Maka ketika menekan tombol “KEMBALI” pada layar “Payment Choose”, akan mengembalikan Anda ke halaman Daftar Belanja.



That's all we know


read more website design

25 Maret 2013

Basic PHP : Latihan Sederhana Part-2 - website archives


Selayang Pandang PHP untuk rancang website design

PHP ditemukan Rasmus Lerdorf tahun 1995. PHP merupakan free software di-release dibawah PHP License, yang tidak compatible dengan GNU General Public License (GPL) karena restriksi dalam penggunaan term PHP.

PHP merupakan script yang dijalankan di Server. Manfaat penggunaan PHP adalah code yang menyusun program tidak perlu diedarkan ke user sehingga kerahasiaan code terlindungi. Hal yang menarik adalah PHP bisa digunakan untuk akses atau support bermacam database seperti Access, Oracle, MySQL etc. Salah satu persyaratan teknis penggunaan PHP adalah website harus beli domain name dan menyewa web server karena mengakses PHP via Control Panel.

Bagian 1, membicarakan macam variable tipe data dan latihan 1-4 untuk penggunaan Parsing Variabel via Form dan Parsing Variable via Link. Kita juga ulas statement Program.

BAGIAN 1                     BAGIAN 2                         BAGIAN 3                         BAGIAN 4

Pernyataan Kontrol - website files

Pernyataan IF - arsip website

Pernyataan if pada PHP berguna untuk melakukan Decision Making terhadap lebih dari 1 alternatif. Bentuknya :
  • If
  • If else
  • If elseif
A.     Bentuk pernyataan if paling sederhana

If (ekspresi) {
              pernyataan;
}

Penjelasan :
Bagian pernyataan akan dijalankan kalau bagian ekspresi bernilai benar.
Bila jumlah pernyataan yang akan dijalankan if lebih dari 1 (satu)

If (ekspresi) {
              pernyataan satu;
              … … …
              Pernyataan_n;
}

B.     Bentuk If – else

B.1.  Bentuk ini melibatkan bagian else, formatnya berikut ini :

If (ekspresi) {
              pernyataan X;
else
              Pernyataan Y;
}

Bagian pernyataan_1 akan dijalankan jika ekspresi bernilai benar. Jika bernilai salah maka dijalankan pernyataan_2.

B.2.   Jumlah pernyataan yang akan dijalankan If atau else lebih dari satu, maka bentuknya adalah :

If (ekspresi) {
              Pernyataan X1;
              … … … 
              Pernyataan Xn;
} else {
             Pernyataan Y1;
             … … … 
             Pernyataan Yn; 
}  

B.3.   Bentuk ini digunakan untuk mengambil keputusan yang melibatkan banyak alternatif.

If (ekspresi) {
              Pernyataan_1;
             … … … 
             Pernyataan_n;
}
else if (ekspresi2) {
             Pernyataan_1;
             … … … 
             Pernyataan_n;
}
… … … 
else {
             Pernyataan_1;
             … … … …
             Pernyataan_n;
}


Latihan5.php

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Latihan kelima </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?
$nama_hari=date("l");  If ($nama_hari=="Monday"){
print"Hari ini hari Senin";
} else{
}
print"Hari ini bukan hari Senin";
       ?>
</BODY>
</HTML>

Pada latihan diatas dibuat program konversi hari English ke hari Indonesia.

Pernyataan Switch - arsip website

Pernyataan ini berfungsi menyeleksi sejumlah alternatif. Bentuk umumnya sebagai berikut :

switch (ekspresi){
case ekspresi_case_1 :
pernyataan_1;
break;
case ekspresi_case_2 :
pernyataan_2;
break;
…
default :
pernyataa/n_n;
}

Kegunaan break untuk mengarahkan eksekusi ke akhir switch. Setiap case bisa mengandung lebih dari 1 pernyataan, antar pernyataan dipisahkan dengan titik-koma. Bagian default akan dieksekusi kalau tidak ada yang cocok pada bagian case.


Latihan6.php

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Latihan keenam </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?
$nama_hari=date("l");
switch ($nama_hari){
case "Sunday" : 
print"Hari ini hari Ahad";
break;
default :
print"Hari ini bukan hari Ahad"; }
?>
</BODY>
</HTML>

Pada latihan diatas dibuat konversi hari English ke hari Indonesia.
Pernyataan Perulangan

Pernyataan While - website archives

Pernyataan while berguna untuk melakukan suatu perulangan. Bentuknya :

while (ekspresi){
                pernyataan_pernyataan;
}

Pernyataan For - website files

Sebagaimana while, pernyataan for berguna untuk perulangan. Bentuknya

for (ekspresi1; ekspresi2; ekspresi3){                                                 pernyataan_pernyataan;   }
  • ekspresi1 untuk memberi nilai awal variable yang digunakan untuk melakukan pencacahan pengulangan.
  • ekspresi2 untuk menentukan repetisi pernyataan yang ada dalam tanda 2 kurung kurawal ( { … } ) akan dilakukan atau tidak.
  • ekspresi3 untuk mengatur nilai variable yang digunakan dalam ekspresi1.

Latihan7.php

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Latihan ketujuh </TITLE>
</HEAD>
<BODY> 
<? 
for ($i=1;$i<=7;$i++){
print"<FONT SIZE=\"$i\" COLOR=\"silver\" FACE=\"Verdana\">$i</FONT>
<BR>";
}
?>
</BODY>
</HTML>


Latihan8.php

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Latihan kedelapan </TITLE>
</HEAD>
<BODY> <?
$i=1;
while ($i<=7){
print"<FONT SIZE=\"$i\" COLOR=\"silver\" FACE=\"Verdana\">$i</FONT>
<BR>";
$i++;
}
?>
</BODY>
</HTML>



That's all we know - Happy blog blogger


Latihan sendiri
Buat program dengan tampilan seperti latihan sebelumnya tapi gunakan while


Bersambung ke :  Bagian 3                    atau                  Kembali :  Bagian 1



OK,  Good luck!


read more website design

23 Maret 2013

PHP basic : Latihan sederhana untuk website designer 4


Cara kerja PHP pada website

Saat orang mengunjungi web berbasis PHP, web server akan memproses code PHP. Beberapa perintah PHP selanjutnya ada yang diterjemahkan ke HTML dan ada yang disembunyikan (misal proses kalkulasi / operasi matematika). Setelah diterjemahkan ke HTML, web server mengirim kembali ke web browser pengunjung tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa : script code diakses di sisi server, dan browser hanya menerima hasil-jadi berupa kode HTML.

Keunggulan PHP

  1. FREE SOURCE - Mudah di-download di internet karena merupakan Software Open Source.
  2. PHP termasuk server-side programming, artinya script code diakses di sisi server, dan browser hanya menerima hasil-jadi berupa kode HTML. Dengan begitu keamanan kode PHP terjaga.
  3. PHP mudah dibuat dan memiliki kecepatan akses yang tinggi.
  4. PHP termasuk Embedded Language, artinya bisa ditempel (diletakkan) dalam tag HTML
  5. PHP bisa dijalankan di berbagai Platform, selain dijalankan pada sistem operasi keluarga *NIX (Linux, UNIX, BSD, etc.). PHP bisa berjalan di Windows 9x/ME/XP/NT, dan Machintosh
  6. PHP bisa dijalankan pada berbagai Web Server selain Apache seperti IIS, PWS, Xitami etc.
  7. PHP support berbagai Database, seperti Oracle, Sysbase, mSQL, MySQL, Solid, Generic ODBC, Postgres SQL.
  8. PHP support komunikasi dengan layanan lain via protokol IMAP, SNMP, NNTP, POP3, HTTP

Kami mengulas FILE PHP sebagai bagian terakhir 4 seri Dasar-dasar PHP beserta latihan sederhana pada setiap bagiannya.  Masing-masing seri direpresentasikan pada link-link berikut:

Kami mengulas FILE PHP sebagai bagian terakhir 4 seri Dasar-dasar PHP beserta latihan sederhana pada setiap bagiannya. Masing-masing seri direpresentasikan pada link-link berikut:

BAGIAN 1                       BAGIAN 2                           BAGIAN 3                              BAGIAN 4


File

Topik  : Cara menyimpan data ke dalam file dan cara membaca data yang tersimpan di dalamnya.

Prinsip Pemrosesan pada File

Pemrosesan file pada dasarnya hanya ada 3 proses, yaitu,
  1. Membuka File
  2. Manipulasi File (menyimpan data ke file atau membaca data yang ada di file)
  3. Menutup File
Perintah membuka file PHP menggunakan fopen, sintaknya:

fopen("nama_file","mode buka")

Mode untuk buka file ada 3 macam :
  • r (untuk membaca / read file)
  • w (untuk menyimpan / write data ke file)
  • a (untuk menambah / append data ke file).
Biasanya perintah fopen disimpan dalam sebuah variable karena hasil perintah ini digunakan untuk parameter perintah akses file berikutnya. Untuk mode buka r file sudah harus ada, sedangkan untuk mode lain, file boleh ada atau boleh juga tidak.

Manipulasi File

Memanipulasi file ada 2 :
  • Menyimpan data ke file
  • Membaca data dari file.
Untuk menyimpan data ke file digunakan perintah :

fputs(variable_penyimpan_buka_file,"data yang akan disimpan ke file");

Untuk membaca data ke file digunakan perintah :

fread(variable_penyimpan_buka_file,panjang karakter yang akan dibaca);
atau
fgets(variable_penyimpan_buka_file,panjang karakter yang akan dibaca);
Perbedaan fread dan fgets :

fgets hanya mampu membaca per baris. Pada fread pembacaan yang dilakukan adalah dari data awal file hingga bagian akhir.

Seharusnya fungsi fread maupun gets disimpan dalam suatu variable, disebabkan nanti apa yang sudah dibaca selanjutnya dicetak ke browser.

Manipulasi file harus selaras dengan mode buka. Jika manipulasi file untuk membaca data, digunakan mode buka r. Dan jika manipulasi filenya adalah menyimpan data maka digunakan mode buka w atau a.

Perbedaan mode buka w dan a adalah : w menyebabkan overwriting sedangkan a menyebabkan data tambahan akan terletak pada akhir pointer.

Menutup File

Jika akses file selesai seharusnya file ditutup. Perintah menutup file fclose, sintaknya :
fclose(variable_penyimpan_buka_file);

latihan-sederhana-php-di-blog-website-design

Selamat mempraktekkan latihan PHP.

Kembali ke Bagian : Bagian 3


That's all we know - Happy blog Blogger

read more website design

14 Mei 2012

Dasar-Dasar PHP Latihan Sederhana 1 - website files


Jika Anda ingin membuat atau melakukan Kustomisasi Toko Online disyaratkan Anda mengetahui kode HTML, CSS, Javascript dan bahasa kode lain. Pemasangan plugin pada pada Quick.Cart v3.0 untuk fitur “Keranjang Belanja” (Add Cart) suatu Toko Online harus dilakukan oleh seseorang yang mengerti HTML dan PHP dasar. Pada kali ini saya hanya ingin sedikit mengenalkan sebagian dari dasar-dasar PHP.

Pengenalan PHP untuk website design

PHP adalah script yang dijalankan di Server. Manfaat dari penggunaan PHP adalah kode yang menyusun program tidak perlu di-release ke User sehingga kerahasiaan kode tetap terlindungi. Hal menarik adalah kenyataan bahwa PHP bisa digunakan untuk mengakses atau men-support berbagai macam database seperti Access, Oracle, MySQL, dan lain-lain. Untuk lebih mudah memahami PHP, langsung saja pada Exercise di bawah ini.

BAGIAN 1                        BAGIAN 2                          BAGIAN 3                             BAGIAN 4

Bagian 1 : Pengkodean PHP - website files


-latihan1.php

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Latihan pertama </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Contoh PHP pertama</H1>
<?
//latihan pertama
print"Selamat belajar PHP <BR>";
print"Semoga Anda sukses !";
/* Komentar Program : menampilkan pesan di halaman browser
Selamat Belajar PHP
Semoga sukses ! 
Teks komentar program tidak dimunculkan */
?>
</BODY>
</HTML>

Pada program diatas terdapat code HTML dan PHP. Code PHP diawali <? dan diakhiri tanda ?>. Dalam pasangan tersebut terdapat pernyataan-pernyataan PHP. Snippet kode :
  • print "Selamat belajar PHP <BR>";
disebut sebagai pernyataan (statement). Antar-pernyataan dipisahkan titik-koma (;). Hasilnya : Dimunculkan pada halaman Browser teks berikut  :

Selamat belajar PHP
Semoga Anda sukses !

Teks yang ada setelah tanda // disebut komentar program yang tidak akan dieksekusi. Pada contoh diatas menunjuk :

//latihan pertama

Teks diantara tanda /* dan */ disebut komentar program (comment out) contoh diatas menunjuk :

/* Komentar Program : menampilkan pesan di halaman browser
Selamat Belajar PHP
Semoga sukses !
Teks komentar program tidak dimunculkan */

Aturan Comment-out :
  • Tanda // hanya berlaku untuk 1 baris.
  • Sedangkan tanda /* … …  */ berlaku untuk 2 baris atau lebih.

Variabel dan Tipe Data pada PHP

Variable berfungsi menyimpan suatu nilai, dan nilai yang ada di dalamnya bisa diubah-ubah. Penulisan Variable didahului tanda $.  Nama Variable harus memenuhi aturan pengenal (Identifier) yang digunakan pada pemberian nama Variable, Fungsi atau Kelas. Aturan untuk pengenal (Identifier) sebagai berikut :
  • Karakter yang digunakan adalah huruf, angka atau garis bawah
  • Karakter pertama harus berupa huruf atau garis bawah
  • Panjang pengenal bisa berapa saja
  • Case Sensitive.
Contoh : _latihan1.php atau latihan2.php atau latihan_3.php atau _latihan_4.php  dan seterusnya

Tipe data

Tipe data PHP ada 3 macam, yaitu :
  • Integer menyatakan tipe data bilangan bulat
  • Double menyatakan tipe data bilangan real yaitu bilangan yang mempunyai bagian pecahan
  • String menyatakan tipe data teks.
-latihan2.php

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Latihan kedua </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Contoh PHP kedua</H1>
<?
$nama="Anwar";
$nomor=2;
$tanggal=date("d F Y");
$jam=date(H:i:s);
print"Ini Halaman ke-$nomor diakses pada tanggal $tanggal<BR> ";
print"Ini Halaman ke-$nomor diakses pada jam $jam<BR> ";
print"Selamat belajar PHP $nama <BR>";
print"Semoga sukses !";
?>
</BODY>
</HTML>

Parsing Variabel Melalui Form

latihan3.php

<HEAD>
<TITLE> Latihan ketiga </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<FORM METHOD=POST ACTION="latihan3_hasil.php">
Silakan Masukkan Nama Anda <BR>
<INPUT TYPE="text" NAME="nama"><BR>
Silakan Masukkan Pesan Anda <BR>
<TEXTAREA NAME="pesan" ROWS="5" COLS="30"></TEXTAREA><BR>
<INPUT TYPE="submit" value="Kirim">
</FORM>
</BODY>
</HTML>

Latihan3_hasil php

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Hasil Latihan ketiga </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?
print"<B>Data yang Anda masukkan :</B> <BR>";
print"Nama Anda : $nama <BR>";
print"Pesan Anda : $pesan";
?>
</BODY>
</HTML>

Parsing Variabel Melalui Link

latihan4.php

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Latihan keempat </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Silakan Klik di
<A HREF="latihan4_proses.php?nama=Anwar&pesan=Terima+kasih">sini</A>
</BODY>
</HTML>

latihan4_proses.php

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Hasil Latihan keempat </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?
print"Variabel dan nilai yang terkirim adalah : <BR>";
print"\$nama = $nama <BR>";
print"\$pesan = $pesan";
?>
</BODY>
</HTML>
Soalan Latihan :

Setelah mencermati exercise 1,2,3, dan 4 cobalah Anda uraikan kode PHP tayangan form input data dan data hasil isian (output) seperti 2 gambar dibawah ini :

clip-tugas001clip-hasil001[4]



- That all we know -

Bersambung ke : BAGIAN  2

read more website design
Penelusuran topik khusus di blog ini
Loading