Author by : Doublehorn
DAFTAR ISI
Protected by Copyscape Online Infringement Detector
aboutus website design services

Willkommen auf mein web blog

Best regard. I will do my best to make it interesting and useful. Greeting to toko online Prestashop!
Tampilkan postingan dengan label Joomla. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Joomla. Tampilkan semua postingan

25 September 2014

CMS Template Joomla versi 3.x.x Responsive

Responsive web design merupakan pendekatan baru untuk desain web dimana situs dibuat untuk memberikan ke pengunjung situs pengalaman menonton secara optimal. Kemudahan membaca dan kemudahan navigasi dengan pengubahan size minimal, panning, dan scrolling, untuk berbagai perangkat (e.g. monitor computer desktop, laptop, notebook, iPad, tablet, hingga smartphone). Teknologi Reponsive yang baru ini sekarang menjadi sangat penting, terutama ketika banyak orang bisa mengakses internet atau website tidak hanya dari computer desktop tetapi juga dari ponsel smartphone, tablet dan lainnya. 

Hal ini membuat website dengan teknologi Responsive web design menjadi kebutuhan mutlak untuk sebuah website yang dikembangkan dengan menggunakan template CMS seperti Joomla atau Prestashop. Joomla dianggap CMS yang sangat populer yang pernah dirilis ke publik sebagai solusi open source. Template ini fully responsive artinya secara otomatis akan menyesuaikan lebar layout dari device yang user gunakan (handphone, tablet, PC wide screen).

Responsive website : CMS Template Joomla mulai versi 3.x.x

Responsive Website punya fitur luarbiasa, yaitu tampilan website akan menyesuaikan pada berbagai macam ukuran layar. Namun dibalik kehebatannya ada beberapa hambatan yaitu :
  1. Kemampuan penyesuaian pada berbagai ukuran layar tersebut tidak semua dimiliki oleh tampilan website responsive. Seperti tampilan template CMS Joomla hampir semuanya dibangun di atas framework. Belum tentu framework tersebut memiliki fasilitas mendalam untuk setting tampilan pada setiap jenis ukuran layar pembuka.
  2. Template Joomla 3 sudah didukung dengan fitur responsive, sehingga website Joomla 3 tidak lagi memerlukan versi khusus untuk tampilan versi mobile (Cellular). Namun dalam praktek, ternyata tidak semua website Joomla yang sudah punya fitur responsive memperhatikan kecepatan akses ketika dibuka pada versi mobile (cellular).

    Apa yang harus dilakukan?

    Harus membongkar code template yang digunakan, kemudian lakukan pengecekan kecepatan website ketika dibuka pada versi mobile (cellular). File code yang dibuka ada di :

    root\templates\nama_template_Anda\script.responsive.js
responsive-Joomla-CMS-template

Umumnya setiap tampilan website Joomla Responsive (Joomla terbaru versi 3.3) memiliki short code yang berfungsi mengaktifkan maupun menonaktifkan modul-modul Joomla dengan memasangnya pada kotak "module_suffix." Jika framework joomla tersebut ada diatas twitter bootsrap maka short code tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Hidden-phone : berfungsi menonaktifkan modul di ukuran layar lebih kecil (biasanya untuk layar dengan lebar 320 pixel)
  2. Hidden-dekstop: berfungsi menonaktifkan modul di ukuran layar yang sering digunakan user (biasanya berukuran 800 pixel atau lebih)
Namun fungsi tersebut hanya menyembunyikan modul-modul joomla pada ukuran layar tertentu dan bukan menonaktifkan modul-modul tersebut. Kelemahannya adalah besar website versi standar dengan versi responsive akan sama, sehingga beban website tersebut ketika dibuka di perangkat dengan layar kecil akan sangat berat.

Ekstensi Joomla berikut ini akan menambah performa situs Joomla responsive Anda lebih cepat, karena ekstensi tersebut memiliki fasilitas menonaktifkan modul berdasarkan jenis perangkat pembukanya, bukan berdasarkan ukuran layar.

Sebagai contoh, jika anda pakai ekstensi tersebut, Anda dapat mengatur setiap modul untuk jenis perangkatnya, Misalnya pada perangkat dengan sistem operasi android modul tersebut aktif, sedangkan pada perangkat dengan sistem operasi blackberry modul tersebut tidak aktif.

source



That's all we know - Happy blog blogger - semoga bermanfaat


read more website design

21 September 2014

Memasang modul CS Content Marquee pada Joomla 3

Marquee ialah penulisan code HTML untuk memberikan efek rangkaian kata atau kalimat menjadi bergerak atau berjalan dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri atau dari atas ke bawah dan sebaliknya. Efek teks Marquee ini merupakan salah satu bentuk modifikasi tulisan di website (blog blogger) termasuk diaplikasikan pada template Joomla. Marquee sangat baik digunakan karena merupakan animasi bersifat "eye-chatching" bagi pengunjung, Penggunaan marquee juga menghemat tempat pada website ketika Anda ingin menampilkan demo pesan khusus pada teks berjalan.

Atribut setting Marquee untuk tampilan website

Memang tetap ada kekurangan ketika kita menggunakan efek teks berjalan (marquee), yaitu saat content marquee melebihi kapasitas ruang (height atau width), sehingga ketika loading website (blog) belum selesai maka seluruh isi marquee akan terlihat sehingga tampilan webpage tampak jelek.

Berikut atribut sering dipakai untuk setting marquee dengan tujuan efek-teks-berjalan terlihat menarik :
  • bgcolor : Digunakan untuk mengatur background text yang akan diberi efek marquee.
  • direction : Digunakan untuk mengatur gerakan dari text tersebut (up, down, left right).
  • scrollamount : Mengatur speed gerakan text (angka dalam px), semakin tinggi angkanya, maka semakin cepat gerakan dari text.
  • behaviour : Untuk mengatur efek dari gerakan (slide, scroll, alternate).
  • width : Untuk mengatur lebar dari area text (dinyatakan dalam px atau %).
  • height : Untuk mengatur tinggi dari area text (dinyatakan dalam px atau %).
  • align : Untuk mengatur posisi (center, left, right).
  • onmouseover : Untuk memberhentikan efek ketika disorot (hover) mouse.
  • onmouseout : Untuk melanjutkan efek bila mouse sudah tidak menyorot (hover) text.

Modul CS Content Marquee website Joomla

Modul ini sifatnya sederhana dan portabel untuk menampilkan marquee (efek teks bergerak) dari list judul-judul artikel yang paling baru diterbitkan. Modul ini ditawarkan untuk template Joomla versi 2.5 dan versi 3.x (Joomla terbaru versi 3.3). Modul ini bersifat Responsive untuk versi 3 keatas. Setting marquee mudah dan tidak banyak pilihan setting seperti : pilihan untuk memilih arah (LTR dan RTL), pilihan untuk memilih kecepatan, pilihan untuk memilih kategori posting, pilihan untuk memilih message, pilihan untuk memilih count dan pilihan untuk memilih warna.

Demo modul ini bisa dilihat DISINI
Download modul KLIK CS Content Marquee

Penggunaan

Install melalui halaman Administrator Joomla.
  1. Extention >> Extention Manager >> Upload berkas paket (file ekstensi .zip) >> Choose file (browsing file di computer) >> Upload dan Install
  2. Extention >> Module Manager >> pilih modul CS Continue Joomla
  3. Klik tombol "Terbit" dan klik tombol "Edit"
  4. Silahkan lakukan setting seperti contoh berikut :

    cs-content-item1
    cs-content-item2

  5. Klik tombol "Simpan & Tutup"


That's all we know - Happy blog blogger

read more website design

17 September 2014

Content Management System : CMS website JOOMLA!

Apa itu yang dimaksud dengan CMS atau Content Management System? Anda akan menemukan jawabannya disini.

CMS adalah software yang memungkinkan orang atau banyak pihak, walau tidak punya basic pengetahuan HTML, CSS atau script, secara kolaboratif menambahkan dan/atau mengubah, update isi website (blog), termasuk didalamnya webstore (toko online).

CMS terdiri dua elemen :
  1. Aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
    Elemen CMA memungkinkan admin content - yang mungkin tidak punya pengetahuan dasar HTML (Protokol Transfer Hiperteks) - untuk mengelola membuat, mengubah, dan menghapus isi website tanpa perlu keahlian webmaster.

  2. Aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA])
    Elemen CDA memakai dan menghimpun informasi yang sebelumnya ditambah, dikurangi atau diubah oleh admin content untuk memperbaharui website
Kemampuan (fitur) CMS berbeda-beda. Meski demikian, kebanyakan software CMS punya fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan indeks, pencarian, dan pengarsipan.
CMS website web toko online

Sejarah singkat website template Joomla!

Joomla berasal dari bahasa Swahili (salah satu bahasa di Afrika Selatan) "jumla" yang mengandung makna "kebersamaan" Joomla! adalah salah satu Sistem manajemen konten (CMS) gratis (free open source), ditulis menggunakan PHP dan basis-data MySQL untuk keperluan di internet maupun di intranet (localhost). Versi pertamanya Joomla! versi 1.0.0 release 17 September 2005.

Fitur-fitur Joomla! diantaranya sistem caching untuk peningkatan performance website, RSS, blog, polling et cetera. Joomla! menggunakan lisensi GPL.

Sama seperti template website Prestashop atau template lain, Joomla! terdiri 3 elemen dasar:
  1. Web server
    Web-server terhubung ke Internet atau Intranet (localhost atau server lokal dalam computer) yang berfungsi sebagai penyedia layanan situs. Joomla menggunakan Apache sebagai web-server.

  2. Script PHP
    Script PHP terdiri dari kode program dalam bahasa PHP

  3. Database MySQL
    Basis-data (database) merupakan tempat penyimpanan content website. Adapun basis-data yang digunakan adalah database MySQL
Pertama, user meminta akses terhadap halaman Joomla dengan mengeksekusi URL di web-browser yang kemudian terhubung ke web-server. Permintaan ini secara teknis disebut query string (selain terdapat URL juga mengandung parameter content (section, category, ID article etc)).

Berdasarkan parameter tersebut, sistem script Joomla melakukan kontak dengan database dan mengambil konten yang dimaksud berdasarkan parameternya. Terakhir, konten dan template Joomla digabung bersama dan hasilnya adalah halaman html, gambar, css dan javascript.

Paket Joomla! terdiri dari beberapa bagian terpisah dan termodul yang sangat fleksibel (mudah ddikembangkan dan diintegrasikan). Sebagai contoh "plugins" WikiBot yang memperbolehkan Super Administrator (penulis) di Joomla menggunakan "Wikitags" pada bagian artikel yang secara otomatis membuat pranala dinamis ke artikel Wikipedia pada saat ditampilkan.

Ada lebih dari 1,700 "plugins" yang secara resmi didelegasikan oleh OpenSource Matters, tersedia di http://extensions.joomla.org/ Dan kini secara resmi dipindahkan ke http://joomlacode.org dengan dukungan server lebih lengkap.

Joomla versi awal yaitu versi 1.0.0 merupakan versi alias dari Mambo 4.5.2.3 yang telah dikembangkan oleh "Pengembang Inti Mambo hingga Agustus 2005" sebelum hengkang dari Mambo.

Pemimpin Tim saat itu Andrew Eddie (dikenal dengan sebutan "MasterChief") menulis surat terbuka masalah hengkangnya di komunitas Mambo dan diumumkan di forum mamboserver.com. Tim pengembang ini kemudian membuat situs OpenSourceMatters untuk mendistrubusikan informasi ke user, developer, desainer web dan komunitas lain pada umumnya.

Perkembangan Joomla berawal dari Joomla 1.0.0 hingga ke tahap luarbiasa yaitu Joomla 1.0.15. Sekitar tahun 2007 mulai ada pengembangan Joomla 1.5.x yang memiliki beberapa persamaan dan perbedaan cukup signifikan disbanding versi sebelumnya. Pengembangan berlanjut ke Joomla 1.5.20. Kemudian ke Joomla 1.6 versi beta dan dapat diunduh diwww.joomla.org. Semakin baru versi Joomla memiliki penyempurnaan dari versi-versi sebelumnya.

Masing-masing punya daya tarik, Joomla 1.5.9 menawarkan nuansa baru dan lebih modern termasuk dalam system. Joomla 1.0.15 lebih stabil dan terdukung oleh banyak aplikasi dan developer. Kemudian dikembangkan Joomla versi 2.5.x dan versi terbaru sejak April 2014 adalah Joomla versi 3.3.

Seiring dengan semakin meratanya penggunaan smartphone, maka mulai Joomla! Versi 3.x ada tambahan fitur baru yang sangat penting, yaitu fitur Responsive. Dengan fitur ini halaman front-ends situs yang menggunakan template platform Joomla secara otomatis dapat menyesuaikan (customized) dengan lebar layer smartphone, iPad, notebook atau perangkat lain.

Elemen dasar website dengan template Joomla!

Ada 3 hal cakupan dasar yang harus ada untuk membangun website berbasis Joomla!

PHP (Personal HomePage)

PHP atau lebih dikenal dengan sebutan Hypertext Preprocessor merupakan bahasa pemrograman atau scripting yang bersifat server side. Hasil coding (pembuatan sintaks) atau program kode PHP ini akan dieksekusi oleh web-server, dan kemudian akan dikirim dalam bentuk HTML ke browser client.

Kode PHP tersebut tidak dapat dilihat oleh pengunjung, melainkan kode HTML yang merupakan hasil eksekusi kode PHP tersebut yang dapat dilihat oleh pengunjung. Untuk mengubah kode PHP tersebut menjadi kode HTML diperlukan aplikasi yaitu Engine PHP yang akan digunakan bersama-sama dengan aplikasi web-server.

Database

Tampilan kode HTML Joomla! Yang dapat dilihat oleh pengunjung diciptakan dengan menggunakan bahasa pemrograman atau scripting PHP dan penggunaan database MySQL. Database ini digunakan untuk menampung data-data Joomla! milik Anda, seperti user, password, modul, extention, image, text dan data-data lain. Jika anda ingin download aplikasi MySQL, buka http://mysql.com

Web server

PHP dan Database merupakan 2 unsur dasar yang harus ada dalam membangun situs dengan platform Joomla!, Namun ada bagian terpenting yang juga harus ada dalam website, YAITU web-server.

Web-server ini berfungsi sebagai pusat control dari pengolahan data website. Jadi input yang dilakukan oleh user internet akan diolah, kemudian dikembalikan lagi kepada pemakainya. Salah satu web-server yang paling banyak digunakan adalah Apache, karena telah banyak mendukung format file server tanpa perlu tambahan komponen aplikasi lagi.

Website dengan template platform Joomla! akan berjalan baik bila menggunakan software web-server Apache. Jika Anda ingin download aplikasi web-server Apache buka http://apache.org.


Download Joomla: http://www.joomla.org/download.html



That's all we know - Happy blog blogger


read more website design

04 September 2014

Tip trik website Joomla : Pentingnya urutan plugin

Cara kerja website Joomla Memproses Plugin

Kita perlu memahami cara kerja plugin pada Joomla, khususnya bagaimana CMS Joomla memproses urutan plugin. Banyak newbie pembuat website Joomla yang masih amatiran kurang memperhatikan Plugin Manager.

Penginstalan plugin baru pada awalnya tidak banyak menimbulkan masalah, namun kadang ada kasus dimana plugin yang baru dipasang tidak bekerja dengan semestinya atau bahkan merusak plugin lain. Seperti kasus saya saat memasang modul JO K2 Slidershow untuk Joomla versi Responsive (versi 3.3), meski sudah saya install Content Construction Kit (CCK) atau lebih populer dikenal sebagai K2 untuk versi Joomla terbaru tersebut.

definisi-plugin-Joomla

Plugin pada Joomla diproses satu-per-satu. Urutan di mana mereka akan diproses ditunjukkan pada kolom Order (kolom nomor empat dari kiri) pada Plugin Manager. Untuk mengubah urutan plugin tersebut, dapat dilakukan dengan cara klik judul kolom “Urutan” atau “Order” hingga muncul tanda panah atas dan bawah. Silahkan klik tanda panah ke atas atau ke bawah yang terletak di samping nomor urut plugin. Atau, Anda juga bisa mengetikkan nomor urutan yang diinginkan dan klik icon disc di bagian atas kolom “Order” atau “Urutan” tersebut.


Manager-Plugin-website-Joomla

Pedoman website Joomla mengeksekusi Plugin

  1. Plugin diproses dari angka kecil ke angka berikutnya yang besar. Artinya, plugin nomor urut 1 akan diproses terlebih dahulu, diikuti plugin nomor urut 2, 3 dan seterusnya
  2. Angka-angka tersebut tidak perlu berurutan secara mutlak. Sebagai contoh, Anda dapat memasukan angka 10, 20, 30, dan 40 di kolom “Order”. Trik ini perlu dilakukan agar kita bisa memasukkan beberapa plugin di antara plugin
  3. Jika memasukan angka urutan sama pada beberapa plugin, misalnya ada 4 plugin dengan dengan angka 3 (sama), maka Joomla akan memproses ke-4 plugin tersebut secara acak

Bagaimana urutan Plugin website Joomla yang Benar?

Kebanyakan masalah website Joomla yang ditimbulkan oleh plugin biasanya disebabkan oleh plugin-plugin SEF/SEO dan Cache Plugin. Solusinya adalah dengan mengganti urutan plugin tersebut melalui Plugin Manager. Berikut ini pedoman urutan plugin yang benar :
  1. Plugin-plugin utama (plugin-plugin pertama yang diproses)
  2. SEF/SEO Plugin
  3. Cache Plugin (plugin terakhir yang diproses).
Logikanya simpel. Jika kita tempatkan Cache plugins sebagai plugin pertama untuk dieksekusi, maka plugin-plugin lain tidak akan merubah content website selama plugin-plugin tersebut menggunakan caching. Dengan kata lain, content yang ditampilkan adalah data caching website Joomla, bukan data dari plugin itu sendiri. Karena Cache plugin dieksekusi terlebih dahulu.



That's all we know - Happy blog blogger


read more website design
Penelusuran topik khusus di blog ini
Loading