Author by : Doublehorn
DAFTAR ISI
Protected by Copyscape Online Infringement Detector
aboutus website design services

Willkommen auf mein web blog

Best regard. I will do my best to make it interesting and useful. Greeting to toko online Prestashop!
Tampilkan postingan dengan label Flash dan SEO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flash dan SEO. Tampilkan semua postingan

25 April 2014

Perbedaan HTML dan Flash terkait SEO website blog


Apa itu SEO dan mengapa begitu penting?

SEO singkatan dari Search Engine Optimization (optimasi mesin pencari). Untuk kepentingan praktis akan lebih sering kita menyebut SEO. Alasan penting penggunaan SEO adalah bahwa sebagian besar user internet mencari informasi dan menemukan informasi apa saja, dengan sengaja ataupun tidak sengaja, melalui web mesin pencari (seperti Google search engine atau Yahoo Search), yang dirancang untuk pencarian informasi di World Wide Web (www).

Semakin tinggi posisi atau peringkat (PageRank) sebuah website terdaftar dalam mesin pencari, maka akan semakin baik kemungkinan orang akan menemukan, melihat atau mengunjungi website tersebut. Dengan sendirinya trafik kunjungan ke website tersebut juga tinggi.

seo website blog blogger
Tujuan utama SEO adalah mendapatkan trafik tinggi (banyak pengunjung) sekaligus pengunjung berkualitas (targeted). Singkatnya, trafik tinggi akan sia-sia pada website penjual vitamin khusus lanjut usia, ketika mayoritas pengunjung (tampak di statistik Alexa) adalah usia di bawah 30. Setidaknya ada kesalahan target pengunjung secara demografis.

Salah satu cara menempatkan website terdaftar di peringkat tinggi (posisi terbaik) pada mesin pencari adalah memiliki SEO besar. Anda harus bekerja keras dan cerdas untuk melakukan banyak teknik SEO, tip dan trik SEO. Sangat disarankan mencari referensi SEO, mempelajari dan mempraktekkan.

HTML website design versus Flash website design

Website yang dibangun seluruhnya dengan Flash Design bisa memperkaya pengalaman reader. Menjadikan website tersebut berpenampilan "eye-chatching" dan sangat keren (cool) di internet. Dengan penggunaan Flash (e.g. animasi, musik, video, suara, gerakan, banner yang dinamis dan segala macam faktor yang WOW!) - akan dihasilkan website yang - WOW!!! … keren! Cool!!

Kapan kita memilih membuat website dengan HTML design?

Tapi ingat!!  Boleh jadi Anda lebih suka membuat website dengan Flash,  tapi harus saya katakan bahwa hal itu bukan pilihan terbaik jika ada pertimbangan SEO. Jika Search Engine Optimization sangat penting bagi website Anda.

Pertimbangkan website untuk tidak memilih Flash Design atau minimalkan penggunaannya, jika Anda berniat memperbaiki posisi website pada SERP (Search Engine Result Pages) atau halaman hasil pencarian di search engine utama (Google atau Yahoo Search dan lainnya). Idealnya kita khan menginginkan posisi teratas di halaman pertama atau setidaknya ada di halaman SATU. 

Pada dasarnya "HTML website design" adalah website yang ideal untuk SEO Friendly. Yaitu website yang dibangun dengan HTML dan CSS, dan BUKAN dibangun dengan FLASH, karena semua search engine akan mengabaikan FLASH dan Javascript. mereka lebih suka merayapi bentuk teks.

Itu alasan utama agar setiap ALT image gambar harus diberi nama secara tekstual (ALT=”isikan text gambar”), disamping pencantuman atribut tooltip gambar yaitu atribut TITLE. Formatnya :

<img alt="..." src="..." title="..." />

Sejauh ini kebanyakan website dibangun dengan HTML dan CSS (kita menyebutnya sebagai "HTML website design") yang banyak bertaburan di internet. Coding (pengkodean) yang membentuk sebuah website HTML dan dimaksudkan untuk dibaca oleh search engine, dan juga untuk bisa dilihat oleh semua perangkat mobile dan perangkat lain.

Sebaliknya Situs Flash punya coding di dalam yang tidak bisa diakses oleh search engine. Itulah mengapa situs Flash punya SEO rendah, dan tidak bisa dilihat via iPods dan perangkat mobile.

Kapan kita memilih membuat website dengan FLASH design?

Namun, jika Anda tidak peduli dengan SEO, karena Anda atau bisnis riil Anda sudah sedemikian terkenal sehingga orang-orang justru ingin menemukan website Anda, maka membuat website dengan Flash Design mungkin menjadi cara sangat bagus.

Sebagai jalan kompromi, jika SEO adalah sangat penting, tetapi Anda juga menginginkan sebuah website Flash, maka kita akan menyarankan memiliki “sister-site in HTML” untuk merebut SEO.

Banyak situs HTML bertaburan Flash untuk menambah kilauannya. Flash banner adalah cara paling populer untuk meramaikan area header website. Anda bisa menggunakan jasa perusahaan layanan website-design dan graphic-design yang menawarkan pembuatan Flash Banner mengagumkan dan bisa ditempatkan dalam sebuah situs HTML dan hebatnya SEO masih tinggi. Bahkan perangkat mobile dan iPads pun akan melihat gambar statis, dan orang lain juga akan melihat animasi.



That's all we know

read more website design

10 Maret 2014

Flash di website platform Blogger, baik atau buruk?


Flash itu baik ataukah buruk?

Penambahan Flash pada website tentu menarik perhatian mata. Asal tidak berlebihan maka tidak masalah, meskipun Googlebots atau robots search engine lain tidak akan mengindeks script Flash.

Baik buruknya pemasangan Flash dalam website

Isu kritisnya adalah masalah penempatan. Prinsipnya Flash bisa diletakkan dimana saja untuk meningkatkan daya tarik. Tetapi jika sembarangan tanpa memperhatikan layout akan mengganggu keserasian (keindahan). Demikian juga jika terlalu banyak atau ukuran flash terlalu besar tentu akan membebani Loading halaman. Pemuatan halaman website menjadi lambat, pengunjung pergi dan berpengaruh negatif pada Google PageRank atau search engine lain.

Bagaimana Cara Menggunakan File .swf atau Flash pada website?

Caranya mudah. Untuk latihan kita gunakan script sederhana. Postingan ini dimaksudkan untuk mengenal bentuk dasar script Flash. Silahkan modifikasi dengan Flash Anda. Ini script-nya :

Code dasar Flash di website blog Blogger
script code

Anda hanya perlu mengedit text yang berwarna merah untuk mengatur ukuran sesuai dengan yang Anda inginkan dan ganti saja

URL untuk “src” dengan URL address penyimpanan file tipe .swf milik Anda. Script tersebut bisa diletakkan pada Edit HTML blog platform blogspot atau ditambahkan pada element halaman atau widget di sidebar.

Contoh 1 Flash untuk website

simbol-download-website-design

Snippet kode tampilan FLASH (saya tampilkan hanya sebagai image “download” dengan bagian yang berbentuk “panah” bergerak naik turun dengan cepat. Berikut ini potongan kodenya :

Contoh-kode-flash-di-website-design

Dengan snippet (code) Flash diatas, di halaman website akan ditampilkan Flash seperti gambar flash “Download” dengan cakram selalu berputar dan tanda panah bergerak naik-turun. Anda bisa melihat tampilan Flash dengan membuka url seperti yang tercantum pada code diatas (dalam src="...").

Contoh 2 Flash untuk website

Variasi lain dari contoh diatas adalah dengan disisipkan bgcolor=’green’ untuk menghasilkan tayangan Flash yang sama dengan background hijau. Potongan kodenya seperti ini :

Contoh snippet code flash website

Hasil tampilan Flash dengan background warna hijau seperti gambar dibawah ini (tulisan di dalamnya berkilap-kilap dan bergerak dinamis).

flash-background-hijau-website-design


That's all we know

read more website design

08 Maret 2014

SEO in mind : How to build website blog?


Search Engine Optimization minded is true path for webmaster. Membangun website atau blog idealnya dibangun berdasarkan strategi SEO dan menjaga keseimbangan elemen-elemen SEO.

Memikirkan SEO itu tindakan benar bagi blogger, webmaster (admin website), copy writer maupun website designer profesional. Tujuan SEO ialah menempatkan posisi Website (blog) di urutan teratas halaman hasil pencarian search engine (SERP) dengan keyword tertentu sehingga lebih berpeluang dikunjungi user. Logikanya mereka cenderung akses URL yang ada di laman pertama sebab dianggap lebih relevan dengan keyword query (keyword yang digunakan).

To make sure your site is built for the search engines, be sure to balance SEO elements in your website designing.

Elemen-elemen SEO - arsip website design

Website harus dibangun sesuai dengan strategi SEO. Satu hal harus dilakukan ialah - MENJAGA KESEIMBANGAN SEMUA ELEMEN SEO. Berikut ini rinciannya :

1. URL structure of website : Nama URL dalam bentuk teks 

Membuat URL sebagai ID homepage ke ‘worded structure’ akan membantu strategi SEO, memudahkan tamu mengetahui isi website.’ Bandingkan 2 URL  yang isinya identik berikut ini :

»  www(DOT)example(dot)com/services (nama URL ‘worded structure’)

     adalah LEBIH BAIK daripada :

»  www(DOT)example(dot)com/?page_id=41

Jika Anda tidak merancang nama URL ketika upload gambar, maka server akan bikin nama URL gambar seperti pada nama URL kedua. ’

Untuk user WordPress, silahkan pergi ke Settings >>> Permalinks >>> masukkan /% postname% / sebagai Custom Structure.

Pastikan website menuju versi salah satu dari www atau non-www. Tidak menuju ke keduanya karena mendatangkan masalah duplikasi content dan melemahkan SEO karena resource SEO terbagi ke 2 URL berbeda.

2. Use flash in moderation : Flash tidak bagus untuk SEO website

  1. Gunakan Flash jika sangat diperlukan. Jangan terlalu banyak!!!.
  2. Jangan tempatkan teks (informasi penting) dalam FLASH karena search engine dibatasi kemampuannya membaca file Flash.
  3. Jangan membangun seluruh website menggunakan Flash.
    Saran ini melindungi semua content dari kesalahan anggapan oleh search engine karena dipandang sebagai content tidak relevan.

Google punya fitur baru - instant preview feature. Dengan fitur ini, jika menggunakan Flash, maka pada pratinjau instant ditampilkan blank (kosong) seperti gambar berikut :

instant-preview-for-website-design

Ini dipandang tidak baik oleh search engine Google.

Berikut ini penggunaan Flash yang baik, dan penggunaan Flash yang buruk.

3. Heading tags untuk struktur website yang baik

Heading-tag H1,H2,H3,H4,H5 dan H6 merupakan cara bagus pemisahan topik-topik dan pemberian judul setiap halaman content (H1), sub-heading tag H2, H3, H4, H5 dan H6.
  1. »  Aturan umum : Sub-heading H3 harus didahului dengan H2 dan seterusnya.
  2. »  Seharusnya hanya ada 1 tag H1.
  3. »  Gunakan keyword Anda dalam H1 untuk memaksimalkan potensi.
#.   Contoh baik penggunaan tag H1 DISINI contoh baik penggunaan tag H1.
#.   Contoh buruk adalah jika 1 content menggunakan lebih dari 1 tag H1.

4. One topic per page (terutama untuk website toko online)

Rekomendasi untuk  Administrator webstore.

Toko Online (e-Commerce) tawarkan produk. Anda bisa lakukan pentargetan halaman seperti
  • Jangan tempatkan semua produk dalam 1 laman website (Inner Page)
  • Homepage harus mencakup fokus menyeluruh dari bisnis Anda
  • Buat menu yang memudahkan navigasi dan review semua kategori
  • Setiap halaman website sebaiknya hanya ada 1 produk.

Jika saran ini dilakukan, pengunjung (pelanggan) lebih mudah menemukan apa yang dibutuhkan.

5. Text within images : Optimalkan teks gambar untuk SEO website

Mesin pencari tidak bisa membaca apa yang ada dalam gambar. Untuk kepentingan SEO, masukkan keyword pada URL gambar, title dan alt.

6. Navigational structure : Untuk tamu website dan search engine

Jaga struktur navigasi tetap bersih dan simple. Gunakan kategori (label), parent page dan key-pages. Jika Anda ingin pengunjung melihat produk TOKO ONLINE, maka masukkan produk tersebut ke dalam menu. Contoh website dengan struktur navigasi membingungkan.

7. JavaScript within navigation : Zero Javascript for SEO website

Ketika menggunakan JavaScript untuk navigasi, drop-down pages dan links, hal itu akan menciptakan penghalang bagi mesin pencari karena Javascript akan sulit dibaca. Mengapa? JavaScript tidak seperti HTML sebab ada jutaan cara untuk hasil yang sama dengan JavaScript, ini tentu membingungkan search engine.  Berikut ini contoh JavaScript with their navigation. Jika JavaScript  di browser di-nonaktifkan, maka fungsinya akan hilang.

8. Arahkan link ke Inner-page daripada Homepage website

  1. Webmaster (admin website) sering meninggalkan link-balik ke Homepage, padahal lebih masuk akal mentautkan link ke Inner Pages khusus tentang topik diskusi tersebut untuk menurunkan bouncing rate.
  2. Setiap halaman web (webpage) harus punya teks dan gambar unik.
  3. Tiap halaman setidaknya punya 150 kata unik dan 1 gambar dengan teks alt deskriptif.
  4. Gunakan keyword pada teks alt, title dan URL gambar, tetapi jangan berlebihan karena SEO adalah keseimbangan.
  5. Adanya keyword sekali per 100 kata akan aman.

Contoh "website with no useful text and lists of keywords"

9. Using splash/doorway/squeeze page

Kunjungan pertama ke website, orang seharusnya lebih melihat content, bukan melihat halaman indah menyenangkan. Penggunaan splash menciptakan penghalang antara Anda dengan tamu, dan mempengaruhi bounce rate dan konversi rate. Contoh website pengguna Splash page.

10. Become a good Blogger or website master

Search engine lebih menyukai content segar. Maka update website secara teratur sebagai cara terbaik menjaga website tetap berkembang dan aktif. Jadikan rutinitas membuat content baru untuk diindeks agar Googlebot datang kembali. Hal ini membantu peringkat website dan SEO blog

Website aktif selalu posting content baru

Add new content all the time (HIGH PRIORITY)
  • Sites that have new content added on a regular basis are seen as more reliable than sites that rarely do. This also helps you to increase the amount of relevant content on your site, which also improves your rankings.

11. Pay Attention to Site Speed : Kecepatan loading website page

Jika loading-time suatu website terlalu lama, mereka tidak sabar dan pergi. Search engine juga tidak suka menunggu. Terlalu banyak permintaan HTTP, sejumlah besar file JavaScript, file CSS dan size gambar besar akan membuat Loading Time lebih lama.

12. Use of Content : Jangan gunakan iFrames untuk kebaikan SEO website

IFrame adalah portal (jendela) ke halaman lain di website. search engine tidak bisa membaca informasi jendela IFrame. Karena itu tidak berguna. Amazon.com atau situs informasi cuaca pakai IFrame untuk memudahkan user menampilkan content mereka di situs pribadi.

Berikut ini contoh buruk website pengguna iFrame situs yang menggunakan iFrames.

contoh-buruk-website-pakai-iFrame
Terlihat web page dikelilingi kotak-geser. Coba buka link diatas (klik gambar). Lihat source halaman dan cari content di atas. Anda tidak akan menemukannya dan begitu juga search engine.

Content iFrames tidak diindeks (ditemukan di) Google dan juga tidak bisa dilacak di source page.

CATATAN PENUTUP
Anda punya ide baru untuk perbaikan content artikel ini? Tambahkan melalui komentar Anda untuk membangun SEO Website atau blog yang lebih baik.

That's all we know - Happy Blogging!


read more website design

18 Juli 2013

Do not have entire website designed in Flash


Elemen Flash dan SEO Friendly

  • Bagilah content flash berbeda-beda ke file-file terpisah, bukan sebagai satu file besar
  • Bingkailah elemen flash dalam HTML, sisipkan teks deskriptif untuk SEO website (blog) dan agar diindeks oleh search engine
Pedulikah dengan SEO Friendly? OK. Jangan membuat keseluruhan bangunan website berbasis Flash, saat melakukan kerja website design. Karena menyulitkan website SEO Friendly – bahkan robot crawler Googlebots (terkenal paling canggih) sulit mengindeks content flash. Padahal elemen flash support “eye-chatching” untuk menarik perhatian (mata) pengunjung.

Tujuan utama artikel : untuk mengetahui bagaimana mengoptimalkan website berbasis flash terkait SEO blog. Sementara penggunaan faktor lain - terutama elemen teks - harus ditempatkan pada bagian lebih tinggi dalam daftar prioritas saat membangun website berbasis flash. Artinya tempatkan elemen flash pada prioritas terendah!!!

Siasat penggunaan elemen Flash di website

Bagi content flash berbeda dalam file terpisah, bukan sebagai satu file besar
Anda juga dapat melakukan beberapa tindakan dibawah ini.

website tip : Add HTML Element to Flash Files

Search engine selalu mencari content teks dan elemen teks di dokumen HTML.karena lebih mudah dibaca oleh robot (Googlebots, Bingbots) daripada elemen flash. Elemen flash tidak menampilkan link eksternal seperti yang HTML lakukan. Ini alasan utama menambahkan content format HTML ke file flash agar bisa diindeks crawler.

Seperti saran diatas (membagi content flash yang berbeda dalam file terpisah), dalam pandangan SEO, file flash akan lebih baik tersajikan ketika dipisahkan dalam file terpisah. Setiap file flash harus punya halaman HTML sendiri. Anda juga harus menanamkan file flash ke HTML, menambahkan data deskriptif ke halaman web (web page) seperti judul halaman, header, tag alt gambar, anchor text and meta data.
  • Aturan umum :
    Pastikan menggunakan HTML untuk elemen paling penting website, sekaligus hindari sebanyak mungkin elemen flash
  • Jika memang tidak diperlukan jangan gunakan elemen flash. Sebaliknya sedapat mungkin dan sebanyak mungkin gunakan link teks biasa.

Berikut ini dua objek flash tertanam di HTML agar memudahkan pengindeksan search engine.

screenshot elemen flash dalam HTML

Tips SEO-friendly untuk file flash pada website atau blog :
  • Tambahkan teks HTML untuk file Flash.
  • Tambahkan Meta data untuk flash movies yang menggunakan  FLV MetaData Injector.
  • Sisipkan tag <noembed> dan teks deskriptif di dalamnya, seperti ditunjukkan berikut :
contoh penggunaan tag noembed untuk website

Optimize flash website blog for all browsers

Pengalaman user (visitor) yang ditingkatkan akhirnya akan mengarah ke optimasi mesin pencari (SEO) blog (website)

Mengoptimalkan web berbasis flash untuk semua browser bertujuan memastikan kegunaan ditingkatkan. Gunakan Scalable Inman Flash Replacement method (slFR) atau Metode SWFObject untuk mengubah content flash dalam kasus browser tidak support flash.

Avoid using flash for blog navigation

Dua alasan utama Flash tidak seharusnya digunakan untuk navigasi pada website :
  1. Alasan Pertama
    Hindari penggunaan navigasi membingungkan yang dilengkapi flash  karena mengganggu kegunaan website
  2. Alasan kedua
    Dengan keberadaan flash, analisa web untuk melacak dan mengukur kinerja website tidak bisa memberikan data akurat.
Why?
Karena sulit mengukur data web blog berbasis Flash, seperti halaman dikunjungi, bagian mana dari website yang dilihat dan di tahap mana tamu meninggalkan website.

Use proper sitemap for website blog

Sitemap memudahkan search engine mengindeks  webpage. Untuk website (blog) pengguna Flash, file XML sitemaps bisa dibuat dan ditaruh di root directory. Namun harus dihindari penggunaan “completely flash-based web designs” karena sulit diindeks search engine.

Jika tetap mau pakai elemen Flash, kaitkan saja dengan content HTML agar diindeks (dimunculkan) di halaman hasil pencarian search engine (SERP) untuk keyword Anda. Gunakan Google Analytics untuk pelacakan kinerja blog dan tingkatkan pelacakan elemen flash dengan menetapkan setting special case goals and funnels.

[Source]

That's all we know - Happy blog blogger

read more website design

19 Maret 2013

6 Alasan : website harus menghindari penggunaan Flash


Flash    pernah populer di tahun 2000-2006. Saat pertama kenal internet, saya penyuka website dengan aroma Flash, namun kemudian saya mulai tidak menyukainya ketika sadar Flash selalu punya masalah. Biasanya mengambil loading page terlalu lama dan tidak baik bagi SEO website atau blog blog (khususnya blog blogger). Intro 60 detik sangat mengganggu dan menghabiskan waktu.

Alasan website menghindari penggunaan Flash

Pelaku bisnis online (toko online) cerdas pasti tidak sudi menggunakan Flash terlalu berlebihan. Berikut ini 6 alasan yang akan membuat bisnis Anda memahami mengapa harus menghindari Flash.

1)    Flash is bad for SEO

Indeks Algoritma search engine berbasis teks – Googlebots menyukai teks dan mengabaikan animasi, video, banner dan image tanpa teks pada ALT. Artinya, website yang sepenuhnya content Flash hanya di-indeks di HOMEPAGE karena informasi yang tertanam di situs flash hampir tidak terlihat oleh mesin pencari.  Situs Flash sangat miskin informasi tekstual - akibatnya Google menempatkan PageRank Nol.

Meski Google mengumumkan telah meningkatkan respon crawling terhadap Flash namun situs flash tidak untuk memenangkan perang SEO. Google mencoba yang terbaik untuk mengekstrak link dan content tekstual. Obyek Flash layak dikubur atau sebisa mungkin hindari Flash.

Sebagian situs yang dibangun pakai Flash sering "menyembunyikan" link internal dengan menggunakan navigasi berbasis Flash.

Untuk menyusun keywords, mereka harus membayar lebih banyak iklan Google agar dapat bersaing dalam perang SEO. Membangun situs berbasis Flash hanya cocok untuk perusahaan besar dengan support anggaran iklan besar. Mereka tidak butuh memenangkan SEO. Boleh jadi situsnya sangat populer dan menjadi rujukan situs lain karena Flash canggih didukung iklan dan publisitas massif di koran, TV, radio dan media offline.

2)    Flash sites have trouble getting accurate analytics

Dengan alasan yang sama seperti tersebut diatas, alat analisis online dan staf Anda sangat sulit mendapatkan data akurat dan sulit bagi perusahaan untuk mengumpulkan informasi pemasaran yang berharga untuk melacak dan mengukur apakah usaha Anda mampu memperbaiki taktik pemasaran online. Tidak adanya data akurat menyulitkan tindakan perbaikan usaha pemasaran atau mengetahui pengalaman pengguna Anda untuk melihat di halaman mana pengunjung Anda menghabiskan sebagian besar waktu mereka.

Jika Anda tidak dapat mengumpulkan data ini, bagaimana bisa memahami kesalahan website Anda sebagai landasan perbaikan bisnis online. Kesimpulannya, website berbasis Flash tidak bisa diandalkan sebagai alat penjualan, alat analisa pasar dan untuk memenangkan SEO.

3)    Flash sites look great but have bad user experience

Situs flash Anda terlihat sangat menakjubkan, sayangnya user (pengunjung) website tidak merasakan hal yang sama. Mereka ingin kemudahan penggunaan dan kemampuan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan - tanpa harus menghadapi gangguan atau kesal karena load time kelamaan. Situs Flash cenderung melakukan banyak hal keren, membuat website Anda unik dan menakjubkan. Tetapi sayangnya, Anda membangun website untuk alasan yang salah.

4)    Flash technology was cool in 2002

Awalnya mungkin berpikir bisnis Anda membutuhkan situs keren dibuat dengan flash site technology, popularitas cool hanya terjadi pada tahun 2002. Bahkan kemudian mulai dirasa mengganggu situs dan sering merusak situs atau membeku (Froze). Hari ini mereka terlihat usang dan membuat bisnis Anda terlihat seperti tidak berada pada garis depan inovasi dan relevansi.

5)    Flash sites don’t work on different platforms.

Smart Phones, Tablets, iPods, Notebook saat ini  menjadi pengguna utama tempat surfing web, toko online, dan mengumpulkan informasi. Sementara website berbasis Flash sering tidak bekerja dengan baik di perangkat tersebut. Sangat mudah memahami bahwa situs flash Anda akan menghambat bisnis Anda dan yang terbaik adalah hindari sumber masalah ini - hindari elemen Flash sama sekali di website Anda.  Ditambah pula browser dan sistem operasi computer berbeda sering bervariasi efektifitas penggunaan Flash (kadang berhasil kadang tidak pada platform lain).

6)    You’ll blow a lot of money.

Bikin situs Flash mahal. Sekali bikin situs ini, Anda harus terus-menerus memperbarui dan menyegarkan desain dan harus membayar perusahaan berbasis flash desain (desainer) atau pemeliharaan. Jika Anda memiliki situs berbasis Flash, mulailah untuk membuat situs baru no-flash dan gunakan open sourced platform seperti Wordpress, Bloggerstore dan Droopal, biayanya 1/5 dari biaya website Flash atau FREE jika Anda kerjakan sendiri.



source :
http://blog.artversion.com

That's all we know - Happy blog blogger

read more website design

02 Maret 2013

Bagaimana mengoptimalkan Flash untuk SEO friendly?


Flash dalam timbangan SEO dan kebutuhan "Eye-Chatching"

Teknologi Flash   digunakan untuk menampilkan slide dan film. Flash pada website atau blog (e.g. blogger, WordPress etc) juga untuk menampilkan content multimedia sebagai aspek art dan hiburan. Flash sesungguhnya HANYA dirancang untuk menciptakan website yang “eye-catching” - menarik perhatian mata pengunjung. Tetapi pertanyaannya kemudian adalah :

Apakah Flash juga dapat menarik perhatian mesin pencari?”

Daftar masalah terkait elemen flash

Pada dasarnya website sangat membutuhkan visibiltas pencarian untuk mesin pencari, dan sebenarnya pula elemen flash pada sebuah website tidak dapat dibaca oleh robot mesin pencari. Lalu bagaimana harus memperlakukan elemen flash dan kapan harus menggunakannya?

Websites need search visibility to be popular on the web and flash websites or flash elements on a website were unreadable by search engine crawlers until Google announced on June 30th 2008 that it improved its capability to index flash files and include them in their search results.

Berikut ini daftar masalah terkait dengan website Flash atau elemen flash pada website :

No Inner Page URLs

Jika website dibangun atas dasar flash (teknologi flash), konsekuensinya website HANYA akan punya SATU URL, yaitu URL Homepage. Artinya sangat tidak baik untuk SEO. Kekurangan “inner page links” menjadikan sedikit kesempatan ditampilkannya "Inner pages" di halaman hasil pencarian (Search engine result pages - SERP).

Slower Page Loading Times

Flash website (situs yang menggunakan banyak konten flash) akan memperlambat load-time (waktu yang dibutuhkan untuk menampilkan) situs. Meski saat ini banyak usaha untuk menanggulangi(seperti meningkatkan speed download internet dan kompabilitas browser), namun masalah ini masih membayangi banyak website.

Poor User Experience

Penggunaan navigasi pada flash website menjadi tidak wajar. Apa pengaruhnya pada pengunjung?

Mereka terpaksa menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari content website atau blog. Ketika pengalaman user ini sudah tidak bisa dikompromikan, akan sulit meningkatkan pagerank Google.

Indexed by Google Bots Only

Hanya Google yang mengenali officially index flash. Sementara mesin pencari lain semata-mata hanya sebagai search engine (index site) berbasis text dan HTML content. Namun tetap tidak ada jaminan Google dapat mengindeks sepenuhnya flash website.

Poor On-Page Optimization

Flash website atau elemen flash mengurangi  kehadiran elemen-elemen “on page SEO” seperti :
header, semua tag image, anchor text, meta title and meta description.

No Link Value

Crawler Search engine gagal merayapi link yang terkait didalamnya flash. Secara ekstreem jika website sepenuhnya berbasis flash-based, maka website tersebut hanya akan memiliki 1 (link) saja, yaitu link homepage dan tidak punya inner page link. Inilah jawaban mengapa tidak ada nilai link untuk website berbasis flash (flash-based websites).

Difficult to Measure Metrics on Google Analytics

Flash-based website menjadikan webmaster tools sulit melacak perilaku user (visitor). Akibatnya sulit mengetahui kinerja metrik halaman-halamannya.

Kapan website harus menggunakan Flash?

Riset menunjukkan 30 - 40 persen website menggunakan Flash. Ini bukan berarti bahwa situs-situs ini TIDAK menerima trafik dari “search results.” Sebagian situs ini bisa saja merupakan situs besar dengan brand terkenal yang menjadi populer karena metode offline-marketing sehingga dapat mengumpulkan banyak link eksternal alami dari situs lain dan bahkan menjadi rujukan situs lain. Maka dengan sendirinya mereka akan mendapatkan ranking tinggi dari Google.

Perlu dicatat mereka tidak lagi mengandalkan SEO Friendly untuk popularitas situsnya karena kekuatan iklan dan publisitas offline. Situs seperti ini justru menciptakan PR (pagerank) sendiri tanpa bantuan SEO. Bahkan sebaliknya, beberapa situs tidak-populer justru merasa perlu menanamkan SEO-nya ke dalam website berbasis Flash tersebut dalam rangka mengoptimalkan situsnya untuk diindeks mesin pencari.

Related Post :

Flash di website platform Blogger, baik atau buruk?




That's all we know - Happy blog blogger

read more website design

23 Februari 2013

Optimize flash for Search Engine Optimization of blog


Flash dirancang HANYA untuk “eye-catching” - menarik perhatian tamu. Flash dimanfaatkan untuk tampilan slide gambar dan film flash pada blog atau website dan juga untuk menampilkan konten multimedia untuk aspek art dan entertainment. Di sisi lain situs juga sangat membutuhkan visibilitas pencarian untuk search engine, sementara elemen flash tidak dapat dibaca oleh robot mesin pencari. Bagaimana harus memperlakukan elemen flash dan kapan website harus menggunakan Flash?

Use Multiple Flash Files and SEO

Berikut ini beberapa tips cepat untuk website atau blog yang sepenuhnya atau sebagiannya didasarkan pada penggunaan flash dan perlu mengoptimalkan untuk SEO:

Jangan membuat design website 100 persen di Flash. Hal ini membuat sulit SEO website Anda, bahkan untuk robot Google (Googlebot) yang canggih pun akan sulit mengindeks. Bagi-bagilah konten flash yang berbeda ke dalam file terpisah, bukan satu file besar.

Pedomah SEO website blog untuk penggunaan Flash

Dalam batas tidak berlebihan penggunaan Flash dalam website masih bisa ditolerir, berikut ini pedoman yang harus diperhatikan.

Add HTML Element to Flash Files

Search engine mencari konten teks dan teks yang ada dalam HTML. Teks adalah bentuk yang lebih mudah dibaca daripada yang tertanam dalam file flash (embedded flash file). Selain itu, flash tidak menampilkan link eksternal seperti HTML. Dengan demikian, penting untuk menambahkan content dalam format HTML ke file flash Anda agar bisa diindeks oleh robot mesin pencari.

Sebagaimana disebutkan di atas, file flash lebih baik disajikan dalam berkas terpisah dan setiap file flash harus memiliki halaman HTML atau content HTML sendiri. Anda pun harus menanamkan file flash ke dokumen HTML dan menambahkan data deskriptif seperti judul halaman, header, tag alt gambar, teks link dan meta data.

Sebagai aturan umum, pastikan Anda menggunakan HTML untuk elemen yang paling penting dari website dan jika tidak diperlukan benar hindari penggunaan FLASH sebanyak mungkin. Sedapat mungkin gunakan text link biasa.

Berikut ini contoh 2 objek flash tertanam di HTML, sehingga mudah diindeks oleh mesin pencari.


Hindari Penggunaan Flash untuk Navigasi

Flash tidak harus digunakan untuk navigasi pada website. Ada dua alasan utama:
  1. Pertama, sebagaimana telah dibahas, adalah untuk menghindari pilihan navigasi membingungkan. Hal ini dapat mengganggu kegunaan dari situs.
  2. Kedua adalah bahwa analisis situs yang digunakan untuk melacak dan mengukur kinerja website Anda tidak dapat memberi data akurat. Sulit mengukur data website berbasis flash, seperti halaman dikunjungi, bagian mana dari situs yang dilihat dan di tahap mana pengunjung meninggalkan situs.

Gunakan Sitemap dengan tepat

Sitemap memfasilitasi pengindeksan berbagai halaman situs 'oleh mesin pencari. Untuk website yang menggunakan flash, XML Sitemaps dapat dibuat dan dimasukkan ke direktori root.

Anda harus menghindari sepenuhnya penggunaan flash karena mereka sangat sulit untuk dijelajahi dan diindeks. Jika menggunakan flash, HARUS DIINGAT!!!  Anda harus selalu mengasosiasikannya dengan konten HTML sehingga dapat diindeks dengan mudah dan muncul dalam hasil pencarian untuk kata kunci Anda. Jika menggunakan Google Analytics untuk pelacakan kinerja situs, maka tingkatkan pelacakan dari elemen flash dengan menetapkan tujuan dan saluran khusus.

Optimize Flash Sites for all Browsers

Mengoptimalkan Flash jangan menjadi prioritas utama, utamakan optimasi faktor lain sebagai prioritas praktek SEO. Pengalaman user (visitor) yang ditingkatkan pada akhirnya akan mengarahkan optimasi search engine. Mengoptimalkan website berbasis Flash untuk semua browser juga akan menjamin penggunaan yang ditingkatkan (enhanced usability). Anda dapat menggunakan metode Scalable Inman Flash Replacement method (slFR) atau SWFObject untuk mengubah content flash untuk browser yang tidak support flash.



That's all we know - Happy blog blogger

read more website design
Penelusuran topik khusus di blog ini
Loading