Author by Yosef Doublehorn
Author by : Doublehorn
DAFTAR ISI
Protected by Copyscape Online Infringement Detector

25 Juni 2012

Prestashop : Memahami dan Memperbaiki Error 500



Error 500 adalah kesalahan umum yang biasa dihasilkan dari web host Anda terkait dengan website toko online Prestashop. Sebenarnya ada banyak alasan mengapa error 500 bisa terjadi, tapi 3 yang paling umum

Error 500 pada website toko online Prestashop

Penyebab Error 500.
  1. File / Folder Permissions

    Web host paling modern hosts (seperti yang menawarkan  cPanel) akan mem-blok file-file PHP yang di-set ke (kode) 777 atau yang ada di dalamnya folder-folder yang di-set ke 777, atau bahkan meskipun hanya salah satu saja parent folder yang diatur setting-nya ke 777.

    Bukannya Host sever Anda menjalankan file atau folder tersebut, tetapi sebaliknya justru Host Server Anda akan mengirimkan pesan error 500. Alasan ditampilkan Erroe 500 adalah alasan server security – ketika sebuah file atau folder di-set ke 777, karena dengan setting tersebut siapapun berpeluang mengubah kode dan menanamkan malicious code di dalamnya.

    Boleh jadi Anda memiliki pertanyaan "Mengapa instruksi instalasi Prestashop menyampaikan perintah untuk menggunakan 777?"  OK!!!  Kita tahu Prestashop diciptakan oleh penemu dari Perancis.  Yahhh! Payah!!! Tampaknya dan entah mengapa (kode) 777 dalam bahasa Perancis saat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, terjemahannya bisa menjadi 755 in English :)

    Menurut pengakuan pihak Prestashop, mereka telah meminta untuk mengubah insruksi tersebut (777) agar menjadi 755 tetapi apapun alasannya faktanya permintaan tersebut telah diabaikan. Beberapa konfigurasi servernya sudah tua atau server tersebut tidak dikonfigurasi dengan benar sehingga tidak dapat bekerja dengan baik dengan 755  dan perlu di-set ke 777.   Tetapi tampaknya kasus seperti ini sangat sedikit.

    Menurut Prestashop berbahasa Perancis (aslinya) :

    No files or folders should be set to 777, 755 should be the maximum permissions setting.


  2. Server timeout

    Setiap server memiliki pengaturan timeout setting. Hal ini berkaitan dengan waktu yang mana sebuah script  diizinkan untuk menjalankannya (running). Limit-limit ini berbeda-beda antara satu host server dengan host server lain.  Beberapa host server mengatur waktunya kurang lebih 30 detik dan sama sekali tidak mengizinkan Anda mengubahnya. Sementara host server lain setting-nya sekitar 5 – 10 menit dan membolehkan Anda mengubahnya.

    Jadi tidak aneh, jika Anda menjalankan sebuah script yang memerlukan waktu yang terlalu panjang  untuk menuntaskan tampilan (misalnya dalam menghasilkan tampilan regenerasi thumbnail, import/export,ataur membuat backup) dan akhirnya sampai pada timeout setting, MAKA akan muncul Error 500 pada halaman yang ditampilkan.

    Terpaksa harus menghubungi Host server Anda untuk menanyakan tentang penambahan Timeout Limit.

  3. Kesalahan syntax dalam file .htaccess

    Syntax dalam file .htaccess sangat ketat (strict) penulisannya. Maka jika Anda menambahkan suatu perintah salah atau penulisan salah dengan kelebihan/kurang karakter,  maka host  akan  menampilkan Error 500.
Cobalah menghapus file .htaccess, untuk memastikan penyebabnya adalah itu. Kemudian buat kembali file .htaccess dari PrestaShop (biasakan  membuat dan menyimpan backup/cadangan asli  file .htaccess dalam mengantisipasi masalah yang terkait dengan host Anda).

Jika masih mendapatkan Error 500 dan Anda yakin itu tidak disebabkan oleh masalah di atas, maka sebaiknya melihat di Error Log pada host server  untuk mendapatkan rincian error. Kebanyakan host server memiliki link "Error Log" dalam cPanel.  Cari dan lihat apa penyebabnya.




Comments

1 komentar:

http://website-download.blogspot.com/2012/06/prestashop-memahami-dan-memperbaiki.html?showComment=1378957887647#c8794332999280443713'> 12/09/13 10.51 Reply

Kalau pada saat klik add to cart muncul tampilan error..itu masalahnya ginana ya gan...???

Posting Komentar di Website Design

-

Penelusuran topik khusus di blog ini
Loading