Author by Yosef Doublehorn
Author by : Doublehorn

DAFTAR ISI
Protected by Copyscape Online Infringement Detector

06 April 2014

URL website : Hyphens or underscores URLs revisited


Topik Hyphen (tanda hubung "-") atau Underscores (tanda garis bawah "_") bagi sebagian orang mungkin tidak masalah. Pengelola website (blog) biasa (yang tidak peduli dengan tujuan SEO atau tidak ambil pusing halaman-halaman website mereka ada di posisi mana di Search-Engine-Result-Pages (SERPs), atau bahkan mereka juga tidak peduli website blog miliknya sudah diindeks atau belum oleh search engine manapun), maka Hyphen (-) atau Underscores (_) bagi mereka sama saja.

SEO website : Pilih Hyphen atau Underscores?

Hampir semua ahli SEO rekomendasikan penggunaan tanda-hubung (Hyphen / dashes) disimbolkan sebagai "-" dalam URL atau in-pages-URL daripada penggunaan garis-bawah (underscore) yang disimbolkan sebagai "_"

Ann Smarty over at Search-Engine-Journal mengatakan bahwa kerugian penggunaan (_) adalah :
  • Traditionally it isn’t seen by search engines as a word separator (this is slowly changing now)
Prinsip diatas juga dianjurkan oleh Matt Cutts (the head of Google’s Webspam team) berikut ini :
  • Hindari penggunaan pemisah kata underscores (_) pada subdomain dan sebagai gantinya gunakan tanda hypen (-).
Saya kutip saran dari Matt Cutts :

objective-is-links-are-natural

So if you have a url like word1_word2, Google will only return that page if the user searches for word1_word2 (which almost never happens). If you have a url like word1-word2, that page can be returned for the searches word1, word2, and even “word1 word2″.

Saran ini menjadi rasional karena dari ahli SEO di jantung Google. Struktur URL website (blog) memang harus sesederhana mungkin. Pertimbangkan untuk mengatur content Anda sehingga URL dibangun secara logis dan dengan cara paling dapat dimengerti oleh manusia (bila memungkinkan, PILIH kata-kata yang mudah dibaca daripada nomor ID yang panjang).

Misalnya, kita mau mencari informasi tentang penerbangan. Kemudian ditemukan URL ini :
Dengan format nama URL seperti diatas akan lebih membantu memutuskan apakah kita akan klik link tersebut. Sebaliknya kita juga temukan link dengan URL seperti dibawah ini :
Format nama URL yang kedua tersebut tidak menjadikan orang tertarik untuk mengklik karena kita semua tidak tahu informasi spesifik apa yang ada di dalamnya.

Rekomendasi Woorank : Hyphens untuk optimisasi SEO website

Pada review situs oleh www.woorank.com untuk blog ini, WOORANK memberi advis :
  • We have detected underscores (these_are_underscores) in this URL and/or in in-page URLs. You should rather use hyphens (these-are-hyphens) to optimize SEO. While Google™ treats hyphens as word separators, it does not treat underscores as word separators.
Website Review website design

Tentu ini menjadi alasan kuat untuk mengikuti saran Matt Cutts :
  • Hindari pemakaian pemisah-kata underscore (_) di subdomain, sebagai ganti pakai hypen (-)
Nama URL http://www.example.com/green-dress.html   jauh lebih berguna bagi kita daripada nama URL dengan unsur tambahan (_) seperti  :

ht*p://www(DOT)example(DOT)com/green_dress(DOT)html

Maka gunakan tanda-hubung (-) bukan garis bawah (_) untuk nama URL tersebut.

Penjelasan penggunaan Hyphen (-) dalam subdomain website

Nama URL terlalu rumit, terutama yang mengandung beberapa parameter, bisa menyebabkan masalah pada CRAWLER (robot) search engine, menyebabkan URL mengarah ke content identik atau serupa di website blog Anda. Hai ini sangat tidak disukai Google, karena akan mengakibatkan Googlebot memakan bandwidth lebih besar dari yang diperlukan, atau bahkan tidak dapat mengindeks semua content website.

Jika Anda punya link-link yang digaris-bawahi, maka mereka sering disalahartikan. Misalnya, sebuah blog berisi link yang sengaja diberi underscore dan diposting di suatu forum. Link tersebut kemungkinan besar akan digarisbawahi karena disesuaikan dengan default styling CSS. Sekarang ketika seseorang melihat link tersebut, mereka tidak mampu membedakan keduanya. Karena underscore yang sengaja dibuat telah berbaur dengan styling underscore sebagai akibat default styling CSS pada link.

Perhatikan link :

ht*p://www(DOT)example(DOT)com/index.php?id_sezione=360&sid=3a5ebc944f41daa6f849f730f1

Sengaja ditambah garisbawah (_) dan menjadikan rancu sebagai link setelah diposting di situs forum.

Apa penyebab masalah Underscore (_)?
Berikut ini jawaban yang saya kutip dari referensi :  Google Webmaster Tools :

Unnecessarily high numbers of URLs can be caused by a number of issues. These include :

  • Additive filtering of a set of items
    Many sites provide different views of the same set of items or search results, often allowing the user to filter this set using defined criteria (for example: show me hotels on the beach). When filters can be combined in a additive manner (for example: hotels on the beach and with a fitness center), the number of URLs (views of data) in the sites explodes. Creating a large number of slightly different lists of hotels is redundant, because Googlebot needs to see only a small number of lists from which it can reach the page for each hotel. For example:

    • Hotel properties at "value rates" :
      ht*p://www(DOT)example(DOT)com/hotel-search-results.jsp?Ne=292&N=461
    • Hotel properties at "value rates" on the beach :
      ht*p://www(DOT)example(DOT)com/hotel-search-results.jsp?Ne=292&N=461+4294967240
    • Hotel properties at "value rates" on the beach and with a fitness center :
      ht*p://www(DOT)example(DOT)com/hotel-search-results.jsp?Ne=292&N=461+4294967240+4294967270

  • Dynamic generation of documents.
    This can result in small changes because of counters, timestamps, or advertisements.
  • Problematic parameters in the URL.
    Session IDs, for example, can create massive amounts of duplication and a greater number of URLs.
  • Sorting parameters.
    Some large shopping sites provide multiple ways to sort the same items, resulting in a much greater number of URLs. For example :
    ht*p://www(DOT)example(DOT)com/results?search_type=search_videos&search_query=tpb&search_sort=relevance &search_category=25
  • Irrelevant parameters in the URL, such as referral parameters.
    For example :
    ht*p://www(DOT)example(DOT)com/search/noheaders?click=6EE2BF1AF6A3D705D5561B7C3564D9C2&clickPage= OPD+Product+Page&cat=79
    http://www.example.com/discuss/showthread.php?referrerid=249406&threadid=535913
    http://www.example.com/products/products.asp?N=200063&Ne=500955&ref=foo%2Cbar&Cn=Accessories.
  • Calendar issues.
    A dynamically generated calendar might generate links to future and previous dates with no restrictions on start of end dates. For example :
    http://www.example.com/calendar.php?d=13&m=8&y=2011
    http://www.example.com/calendar/cgi?2008&month=jan
  • Broken relative links.
    Broken relative links can often cause infinite spaces. Frequently, this problem arises because of repeated path elements. For example :
    http://www.example.com/index.shtml/discuss/category/school/061121/html/interview/ category/health/070223/html/category/business/070302/html/category/community/070413/html/FAQ.htm
Steps to resolve this problem
To avoid potential problems with URL structure, we recommend the following  :

  • Consider using a robots.txt file to block Googlebot's access to problematic URLs. Typically, you should consider blocking dynamic URLs, such as URLs that generate search results, or URLs that can create infinite spaces, such as calendars. Using regular expressions in your robots.txt file can allow you to easily block large numbers of URLs.
  • Wherever possible, avoid the use of session IDs in URLs. Consider using cookies instead. Check our Webmaster Guidelines for additional information.
  • Whenever possible, shorten URLs by trimming unnecessary parameters.
  • If your site has an infinite calendar, add a nofollow attribute to links to dynamically created future calendar pages.
  • Check your site for broken relative links.
Rekomendasi final untuk SEO website :
Pertimbangkan pakai tanda-baca (punctuation) hyphens atau dashes (-) daripada memilih (_) pada nama subdomain URL.

[Source]



That's all we know
THANK YOU for your continued liking 'n sharing. If you haven't liked this post yet, you may do that by hitting the buttons just BELOW. Please drop your comment and questions ……
Comments

0 komentar:

Poskan Komentar di Website Design

-

Penelusuran topik khusus di blog ini
Loading